Selasa, 26 Feb 2019 18:57 WIB

Komentari Kasus Incest, BKKBN: Jangan Cuek Sama Tetangga

Roshma Widiyani - detikHealth
Komentari kasus incest, BKKBN mengingatkan untuk pedulikan tetangga. Foto: Dok. Polres Tanggamus Komentari kasus incest, BKKBN mengingatkan untuk pedulikan tetangga. Foto: Dok. Polres Tanggamus
Jakarta - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menekankan satu hal terkait kasus incest di Lampung. Hal ini terkait dengan kewaspadaan masyarakat untuk mencegah kasus kekerasan seksual termasuk yang dilakukan anggota keluarga sendiri terjadi kembali.

"Intinya jangan terlalu cuek karena harus ada 'pengawasan' dari lingkungan sekitar pada keluarga dengan spesifikasi tertentu. Yaitu keluarga yang terlalu tertutup dan punya anggota penyandang disabilitas. Mereka berisiko menjadi korban tindak kejahatan," kata Deputi Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dwi Lisyawardani yang biasa disapa Dani pada detikHealth, Selasa (26/2/2019).


Pengawasan tentunya bukan dengan memperhatikan lekat setiap tindak tanduk anggota keluarga. Pengawasan dilakukan dengan aktivitas yang melibatkan seluruh anggota masyarakat. Dani mengatakan, cara ini memberikan akses lebih dekat pada keluarga tersebut untuk mengikis kesan tertutup.

Tindak pengawasan juga bisa dilakukan dengan eksposure pada anggota keluarga yang menyandang disabilitas. Misal lewat akses pendidikan atau kesehatan yang merupakan hal tiap orang. Dani mengatakan, masyarakat harus curiga jika penyandang disabilitas tidak sekolah atau tak pernah mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat.

"Eksposure mengharuskan masyarakat menerima keterbatasan fisik atau mental yang dialami penyandang disabilitas. Penerimaan masyarakat membantu keluarga yang tadinya tertutup karena memiliki anggota penyandang disabilitas menjadi lebih komunikatif. Keterbukaan dan penerimaan masyarakat serta keluarga menekan risiko terjadinya kejahatan pada penyandang disabilitas," kata Dani.

(up/up)
News Feed