Selasa, 26 Feb 2019 22:23 WIB

Orang Indonesia Dinilai Masih Malas Lakukan Medical Check Up

Akfa Nasrulhaq - detikHealth
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta - Masyarakat Indonesia dinilai masih kurang menyadari akan pentingnya deteksi dini kondisi kesehatan lewat medical check up (MCU). Tidak sedikit orang yang pergi ke dokter hanya saat sudah terjangkit suatu penyakit tertentu.

dr. Maria Dewi Indrawati, Quality Service Manager di salah satu RS di Tangerang mengatakan, idealnya MCU dilakukan dalam jangka waktu setahun sekali. Apalagi saat ini, faktor gaya hidup masyarakat kerap berisiko terhadap berbagai penyakit, bahkan yang kritis, maka setiap orang dianjurkan untuk melakukannya.

"Untuk MCU mulai rutinnya itu saya anjurkan di atas usia 35 sudah rutin MCU setahun sekali ya," ujarnya saat peluncuran 'Layanan Eksklusif AXA Mandiri' di Jakarta baru-baru ini.

Namun sayangnya, menurut dr. Maria, kesadaran masyarakat Indonesia untuk melakukan MCU itu masih rendah. Namun, ia menyebut pemerintah terus berupaya melakukan berbagai program hingga tahun 2020, yakni masyarakat Indonesia dapat lebih preventif lagi terhadap kesehatan.


"Dengan jumlah penduduk sekitar 250 juta itu relatif tapi berdasarkan target kita di depkes pada 2020 masyarakat itu bisa lebih ke preventif untuk kesehatan," ujarnya.

"Makanya program pemerintah juga banyak melibatkan agar masyarakat diarahkan untuk screening. Ya sempga dengan program itu bisa menyadarkan masyarakat untuk rutin melakukan screening," tambahnya.

Sementara itu, Direktur AXA Mandiri Handojo G Kusuma menambahkan, agar tidak malas MCU, saat ini masyarakat bisa mendapatkan pelayanan yang eksklusif. Karena saat datang ke rumah sakit, pasien pasti akan tetap dilayani dengan cara memuaskan.


"AXA Mandiri melihat bahwa apa yang dibutuhkan oleh costumer kita, apalagi nasabah ingin lebih mudah mendapatkan layanan-layanan dari produk kita. Dan bahkan nasabah di kelas atas, membutuhkan treatment tersendiri," ujarnya. (idr/up)