Selasa, 26 Feb 2019 22:24 WIB

Usia Berapa Idealnya Anak Ikut Asuransi Kesehatan?

Akfa Nasrulhaq - detikHealth
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta - Asuransi kesehatan bagi setiap orang, termasuk anak-anak, bisa dikatakan masuk sebagai kebutuhan penting. Apalagi, terkadang biaya layananan kesehatan untuk anak seringkali cukup mahal, sehingga wajib orang tua menyiapkan asuransi sedini mungkin, karena tidak ada yang tahu kapan sakit atau kecelakaan datang.

"Saya kira itu beragam juga, ada yang mulai anak 1 bulan, 15 hari pun sudah bisa diikutkan asuransi. Saya kira itu kalau bisa sedini mungkin, karena kan kita tidak tahu apa yang akan terjadi, ya mudah-mudahan tetap sehat," ujar Presiden Direktur AXA Mandiri, Handojo G. Kusuma, saat peluncuran 'Layanan Eksklusif AXA Mandiri' pekan lalu.

Dengan memberikan surat keterangan lahir, anak-anak yang masih berusia 15 hari pun ternyata sudah bisa diikut sertakan dalam asuransi. Asuransi ini, bisa juga digabungkan dengan asuransi kesehatan orang tua, seperti dengan memanfaatkan fasilitas asuransi kesehatan dari perusahaan, jika memang tertanggungnya mencakup anak.

Menurut Handojo, asuransi memang diperlukan untuk berbagai usia, karena belum tentu yang usianya masih muda tidak memiliki risiko kesehatan. Apalagi, dengan gaya hidup saat ini yang memang kurang sehat sehingga anak-anak muda pun sudah mulai ada yang terjangkit penyakit kritis.


"Tapi kalau kita melihat sekarang dengan lifestyle, itu kan tidak menutup kemungkinan anak-anak muda yang berusia 30 tahunan bisa kena serangan jantung itu, saya dengar banyak sekarang malahan. Itu kan harus bisa menjaga diri, menjaga kesehatan juga," ujarnya.

Sebagai salah satu perusahaan asuransi di Indonesia, Handojo juga mengungkapkan, bahwa saat ini AXA Mandiri akan terus melakukan perbaikan, baik itu dari segi produk maupun layanan. Produk-produk tersebut akan diorientasikan pada kebutuhan konsumen, di samping juga dalam pelayanannya yang terus ditingkatkan.

Salah satunya dengan adanya paket layanan eksklusif AXA Mandiri yang kini telah diluncurkan. Lebih dari 18 ribu nasabahnya yang telah memiliki premi di atas Rp 100 juta, otomatis berhak mendapat layanan eksklusif tersebut.


"Jadi ini adalah salah satu aktivitas kita untuk mewujudkan hal itu. Makanya ini bukan hanya untuk nasabah baru, nasabah eksisting kita juga kita kasih. Supaya mereka bisa mulai menikmati layanan tambahan, atau nilai lebih bukan hanya untuk membeli polis dan membayar premi aja," ujarnya. (idr/up)