Sabtu, 02 Mar 2019 10:45 WIB

Saran Ahli Agar Tidak Cepat Marah Saat Suami 'Cuek' Kalau Dipanggil

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Ada beberapa perbedaan otak kiri dan kanan di pria dan wanita dalam manajemen emosi. (Foto: Ilustrasi/ Thinkstock) Ada beberapa perbedaan otak kiri dan kanan di pria dan wanita dalam manajemen emosi. (Foto: Ilustrasi/ Thinkstock)
Jakarta - Siapa yang tidak kesal saat suami atau anak laki-laki tidak segera menjawab atau cenderung 'cuek' saat dipanggil? Biasanya dalam kondisi ini, para istri dan ibu sering bereaksi dengan marah, padahal anatomi otak pria dan wanita yang berbedalah yang menjadi 'pelaku'nya dan penting untuk dipahami oleh para ibu.

Ketua Asosiasi Rehabilitasi Narkoba Indonesia, dr Aisah Dahlan menyarankan bagi para ibu untuk lebih banyak mempelajari parenting skill. Tiga hal yang ia soroti adalah mempelajari perbedaan otak pria dan wanita, mempelajari watak pasangan dan manajemen emosi.

"Tiga itu jadi modul, kalau ibu kuasai udah enak banget. Berharap ibu-ibu ngerti, pahami dong suami dan anak laki-lakinya," kata dr Aisah kepada detikHealth, Jumat (1/3/2019).



Menurutnya, seorang ibu adalah inti magnet dari sebuah keluarga. Saat ibu merasa tenang, maka suami dan anak laki-lakinya tiga kali lebih tenang. Sama halnya jika sang ibu gelisah, marah atau sedih, maka perasaan itu akan dirasakan tiga kali lipatnya pula oleh suami dan anak laki-lakinya.

Terlalu sering marah atau bertengkar juga memiliki risikonya masing-masing dalam keluarga. Pada anak laki-laki, terlalu sering memarahi bisa membuat mereka merasa tidak aman dan nyaman di rumah, sehingga mendorong mereka untuk sering keluar rumah dan berisiko terlibat dalam masalah, salah satunya narkoba.

"Jadi yang harus dibikin tenang itu perempuan. Otak perempuan suka belajar, suka menambah informasi jadi belajar parenting. Jangan buang-buang energi, kita perempuan ini kan sangat emosional, buang-buang energi cuma gara-gara itu aja kita yang harusnya udah bisa bekerja banyak malah jadi nggak bisa," lanjut wanita yang juga berkecimpung dalam dunia rehabilitasi narkoba sejak tahun 1998 ini.

"Jadi kalau kita paham, kita rileks aja kenapa sih, hahaha. Daripada manggil teriak-teriak mending dicolek aja kan. Pokoknya sekarang kalo para istri lihat suami cuma balesnya dikit, diganti bukan 'Cuek banget sih' tapi 'Ih suami gue laki banget," pungkas dr Aisah.

(frp/up)