Senin, 04 Mar 2019 19:31 WIB

Dianggap Berkhasiat, 1.500 Kura-kura Diikat Selotip di Bagasi Bandara Manila

Firdaus Anwar - detikHealth
Kura-kura ditemukan dalam kondisi terikat selotip. (Foto: BBC/Facebook) Kura-kura ditemukan dalam kondisi terikat selotip. (Foto: BBC/Facebook)
Jakarta - Polisi Filipina berhasil mengamankan sekitar 1.500 kura-kura hidup yang diikat selotip di salah satu bagasi Bandara Ninoy Aquino, Manila. Diduga pemilik bagasi sengaja meninggalkannya setelah tahu ancaman hukuman melakukan perdagangan satwa liar ilegal.

Menurut petugas cukai bandara, kura-kura yang ditemukan di empat bagasi terpisah itu memiliki nilai sekitar Rp 1,2 miliar. Beberapa di antara kura-kura diketahui merupakan spesies yang dilindungi.



"Mungkin mereka diberitahu tentang perdagangan satwa liar ilegal dan hukumannya," kata petugas bea cukai yang menyebut pemilik bagasi adalah seorang warga Filipina datang dari Hong Kong.

Di beberapa negara Asia, kura-kura dikonsumsi karena dianggap berkhasiat untuk kesehatan.Di beberapa negara Asia, kura-kura dikonsumsi karena dianggap berkhasiat untuk kesehatan. (Foto: BBC/Facebook)


Kura-kura memang sering dijual sebagai hewan peliharaan. Namun di beberapa tempat, khususnya Asia, kura-kura juga diincar untuk konsumsi karena dagingnya dianggap berkhasiat untuk kesehatan.

Daging kura-kurang sering dianggap sebagai pembangkit gairah, sumber nutrisi yang bagus untuk vitalitas pria. Sementara itu bubuk tulang kura-kura juga sering digunakan di beberapa ramuan obat tradisional.

Dalam kasus ini 1.500 kura-kura yang ditemukan terikat di dalam bagasi semuanya telah diserahkan ke Wildlife Traffic Monitoring Unit.

(fds/up)
News Feed