Selasa, 05 Mar 2019 06:39 WIB

Sisi Lain Penangkapan Andi Arief, Detoks Narkoba hingga Temuan Kondom

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Andi Arief ditangkap karena narkoba (Foto: dok. Istimewa) Andi Arief ditangkap karena narkoba (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta - Penangkapan Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief menyibak tabir kecanduan narkoba jenis sabu. Siapapun bisa terjerat oleh serbuk kristal methamphetamine yang memabukkan tersebut.

Berikut, detikHealth merangkum sejumlah fakta terkait kecanduan narkoba jenis sabu.

Ciri-ciri pemakai sabu

Situs Badan Narkotika Nasional merangkum 52 ciri pengguna narkoba. Beberapa di antaranya terkait perilaku, seperti sering berbohong atau bersikap kasar. Berbicara mencla-mencle juga termasuk indikasi seseorang dalam pengaruh narkoba.



Efek penyalahgunaan sabu

Sabu merupakan nama lain dari kristal methamphetamine, yakni jenis narkoba yang memiliki sifat stimulansia. Artinya, zat terlarang ini memberikan efek penuh energi. Tak heran bila pemakainya selalu tampak energik, seperti tidak pernah kenal lelah.

Namun di sisi lain, penggunaan sabu juga memicu efek samping yang mengerikan pada susunan saraf pusat di otak. Sabu dan beberapa jenis narkotika lainnya bisa memicu halusinasi dan bahkan depresi. Kondisi lain yang bisa muncul pada overdosis adalah gagal jantung.


[Gambas:Video 20detik]


Temuan kondom

Dalam foto-foto yang beredar tampak sebungkus kondom berwarna kuning berada di samping bungkus rokok dan asbak serta beberapa batang sedotan. Disebut-sebut, polisi menemukan kondom dalam penangkapan Andi Arief.

Tidak disebutkan keterkaitan antara temuan kondom dengan dugaan penyalahgunaan sabu. Pun dalam rilis, tidak disebut ada temuan barang bukti tersebut.

amun beberapa pakar menyebut, efek penyalahgunaan sabu bisa merangsang dopamin yang membuat aktivitas seksual terasa lebih menggairahkan. Tentu saja bukan tanpa efek samping. Efek sabu lama-kelamaan justru merusak dopamin sehingga seseorang tidak bisa lagi merasakan sensasi bercinta.



Bisa direhabilitasi

Sekali terjerat sabu-sabu, seseorang akan sulit untuk melepaskan diri. Butuh serangkaian proses rehabilitasi yang umumnya tidak mudah. Dimulai dengan pembersihan racun-racun di dalam tubuh atau disebut detoksifikasi, yang konon merupakan tahapan paling berat karena pecandu bisa merasakan sakaw.

Tahapan berikutnya adalah rehabilitasi sosial dan rohani, lalu dilanjutkan dengan after care. Pendampingan dari support group termasuk dalam tahapan ini.

(up/up)