Selasa, 05 Mar 2019 11:53 WIB

Andi Arief Terjerat Sabu, Berapa Lama Program Rehabilitasi Narkoba?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Proses rehabilitasi bisa berbeda pada tiap orang. (Foto: pool) Proses rehabilitasi bisa berbeda pada tiap orang. (Foto: pool)
Jakarta - Wakil Sekertaris Jenderal dari Partai Demokrat, Andi Arief, beberapa waktu lalu ditangkap polisi karena penyalahgunaan narkoba. Saat diperiksa, ia positif memakai sabu.

Biasanya, ketika ingin terbebas dari jeratan narkoba, para pecandu diwajibkan melalui masa rehabilitasi. Program rehabilitasi narkoba merupakan langkah yang dipakai untuk menyelamatkan pecandu narkoba dari penggunaan narkotika dan obat terlarang lainnya.

"Tergantung dimana tempat rehabnya. Tergantung modalitas dan prosesnya, yang rawat inap pun macam-macam ada yang 28 hari, 3-4 bulan bahkan 6 bulan," tutur dr Hari Nugroho dari Institute of Mental Health Addiction and Neuroscience, kepada detikHealth, Selasa (5/3/2019).

dr Hari menambahkan, cepat atau lamanya proses rehabilitasi juga tergatung dari klien. Misal tingkat ketergantungannya, support systemnya, keluarga mendukung, mandiri atau tidak.



"Paling cepat biasanya yang rawat inap sampai 28 hari yang diterapkan baik di luar negeri maupun Indonesia. Program pemerintah biasanya lebih memakai yang 2-6 bulan," tambahnya.

Modalitas treatment ada yang rawat jalan dan rawat inap. Kalau rawat jalan, sifatnya intensif, datangnya tiap hari. Dilakukan behaviour therapy atau konseling, anger management atau couple therapy.

"Jenis terapi yang dilakukan ada banyak, karena orang itu make bisa alasannya banyak. Misalnya masalah pekerjaan, dari peer groupnya yang ngajakin malam mingguan, masalah keluarga," pungkasnya.




Tonton juga video Proses Asesmen Masih Berjalan, Rehabilitasi Andi Arief Belum Ditentukan:

[Gambas:Video 20detik]


Andi Arief Terjerat Sabu, Berapa Lama Program Rehabilitasi Narkoba?
(kna/fds)