Rabu, 06 Mar 2019 19:30 WIB

Diduga Kecanduan, Burung Kakatua Jadi Hama Petani Candu India

Firdaus Anwar - detikHealth
Belakangan dikabarkan kalau para petani di Madhya Pradesh diserang hama burung kakatua yang diduga kecanduan. Foto: BBC Belakangan dikabarkan kalau para petani di Madhya Pradesh diserang hama burung kakatua yang diduga kecanduan. Foto: BBC
Jakarta - India adalah salah satu negara di dunia yang mengizinkan budidaya poppy, tumbuhan yang getahnya (opium) umum jadi bahan dasar narkoba kokain atau candu. Belakangan dikabarkan kalau para petani di Madhya Pradesh diserang hama burung kakatua yang diduga kecanduan.

Dikutip dari NDTV, menurut pengakuan petani setempat burung-burung kakatua bisa menyerang tanaman poppy mereka 40 kali dalam sehari. Beberapa burung terekam berusaha mengambil getah opium dari bunga poppy yang belum matang atau memotong langsung dari batangnya.


"Satu bunga poppy bisa menghasilkan 20-25 gram opium. Tapi satu kelompok besar kakatua memakan tanaman ini sekitar 30 sampai 40 kali sehari. Ini memengaruhi prosedur. Burung-burung kakatua yang kecanduan ini merusak mengganggu panen," kata seorang petani.

"Tidak ada yang mendengarkan masalah kami. Siapa yang akan memberi kami kompensasi untuk kerugian ini?" ujarnya seperti dikutip dari BBC.

Petani mengaku sudah meminta bantuan petugas berwenang menghadapi hama kakatua namun belum ada respons memuaskan. Akhirnya petani berusaha sendiri menjaga ladang mereka mulai dari berteriak dengan sound system hingga menggunakan petasan untuk mengusir para burung.

Menurut satu artikel yang dilansir DNA India pada tahun 2018 usai mengonsumsi tumbuhan poppy para burung kakatua bisa terlihat seperti mabuk. Ada yang terlihat kesulitan terbang menabrak-nabrak pohon atau terkapar di tengah ladang.

Ahli holtikultura Dr RS Chundawat mengatakan pada burung kakaktua efek opium mungkin sama seperti kopi pada manusia, bisa memberikan energi ekstra.

(fds/ask)