Minggu, 10 Mar 2019 10:10 WIB

Jangan Asal Minum, Coba 3 Teh Ini yang Bikin Tubuh Sehat

Tia Reisha - detikHealth
Foto: shutterstock Foto: shutterstock
Jakarta - Teh memang nikmat diminum pagi maupun sore hari untuk memberikan rasa rileks. Apalagi dilansir dari NCBI, minum teh secara teratur diyakini bisa mengurangi risiko penyakit jantung hingga 11 persen. Namun perlu dicatat, manfaat kesehatan dari teh bisa didapatkan jika meminumnya sesuai aturan.

Lalu, teh jenis apakah yang bisa menyehatkan tubuh? Berikut daftar teh yang menyehatkan tubuh jika diminum secara teratur dan tepat.

Teh Hijau
Teh hijau mengandung polifenol, sebuah mikronutrien dengan sifat antioksidan yang dapat meningkatkan fungsi kognitif pada otak sehingga membuat seseorang dapat mengingat lebih baik.


Bahkan riset yang dilakukan oleh Los Angeles Biomedical Research Institute di California menunjukkan bahwa epigallocatechin gallate pada teh hijau dapat mengacaukan metabolisme sel kanker pankreas yang dapat merusak pertumbuhan.

Teh Rooibos
Teh yang dikenal dengan nama teh semak merah ini bisa membantu menjaga kesehatan liver. Kandungan antioksidan di dalam teh rooibos, meski tidak sekuat teh hijau, dapat menjaga liver dari stres oksidatif sehingga membantunya lebih tahan terhadap kerusakan.

Manfaat lainnya adalah menurunkan tekanan darah dan merilekskan otot yang tegang, sebagai efek dari bahan aktif bernama chrysoeriol. Uniknya, teh rooibos tidak mengandung kafein sehingga aman diminum secara rutin tiap hari.

Teh Rosela
Teh rosela sering diminum karena manfaatnya untuk kesehatan kardiovaskular. Faktanya, ekstrak dari kelopak bunga dan daunnya memiliki kandungan antioksidan dan efek anti-tumor. Kedua kandungan tersebut dapat mengatur sistolik dan diastolik dari tekanan darah.

Bukan cuma itu, teh rosela juga dapat mencegah penuaan dini akibat radikal bebas dan bisa melawan beberapa tipe sel leukemia, sel kanker kulit, dan sel kanker prostat.

Medical Advisor Kalbe Nutritionals, dr. Ervina Hasti W, menjelaskan secara umum teh memang memiliki berbagai manfaat karena adanya kandungan polifenol.

"Teh bisa mengurangi risiko serangan jantung dan stroke. Hal ini karena teh memiliki kandungan polifenol yang berupa katekin dan flavanol yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan tekanan gula darah yang merupakan penyebab stroke dan penyakit jantung," ungkapnya kepada detikHealth, Minggu (10/3/2019).

Namun, menurut dr. Ervina, beberapa jenis teh memang mengandung kafein meskipun tidak setinggi kopi. Sehingga, meminum teh dianjurkan maksimal 3 kali sehari.

"Kafein sendiri sebenarnya memiliki beragam manfaat positif namun juga memiliki dampak negatif bagi kesehatan seperti dapat meningkatkan urine, membuat kafein dapat memicu pengonsumsinya menderita dehidrasi. Kafein juga dapat menyebabkan insomnia atau kesulitan tidur, serta jantung berdebar," ujarnya.


Secara umum, teh memiliki rasa tawar yang mungkin bagi sebagian rasanya kurang nikmat sehingga perlu ditambahkan gula. Namun gula yang dikonsumsi terlalu banyak dapat mengakibatkan masalah lain seperti diabetes. Untuk itu, dr. Ervina menyarankan untuk mengganti gula biasa dengan pemanis rendah kalori seperti Nulife Sweetener.

"Karena rasanya tawar, beberapa orang senang mengonsumsi teh dengan gula sehingga dapat beresiko diabetes, obesitas, maupun penyakit metabolik lainnya. Untuk tetap bisa menikmati teh manis tanpa meningkatkan risiko kesehatan tersebut, dapat mengganti gula biasa dengan pemanis rendah kalori seperti Nulife Sweetener," ungkapnya.

Nulife Sweetener merupakan pemanis rendah kalori karena diolah dari tebu sehingga tidak meningkatkan gula darah. Pemanis rendah kalori ini juga cocok untuk gaya hidup lebih sehat dan aman dikonsumsi dengan kandungan sukralosa.


Jangan Asal Minum, Coba 3 Teh Ini yang Bikin Tubuh Sehat
(ega/up)