Kamis, 14 Mar 2019 14:51 WIB

Ancaman 'Lidah Pedas' Bahar bin Smith, Bagaimana Lidah Merasakan Pedas?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Bagaimana lidah merasakan pedas? (Foto: Antara Foto/Raisan Al Farisi) Bagaimana lidah merasakan pedas? (Foto: Antara Foto/Raisan Al Farisi)
Jakarta - Terdakwa kasus penganiayaan Bahar bin Smith melontarkan ancaman untuk Presiden Jokowi. Ancaman itu disampaikannya usai mendengarkan tanggapan jaksa atas eksepsinya.

"Tunggu saya keluar dan rasakan pedasnya lidah saya," kata Bahar seperti diberitakan detiknews.



Terlepas dari maksud di balik ancaman tersebut, pernahkah terpikir bagaimana sebenarnya lidah bisa merasakan pedas?

Selama ini, lidah dikenal memiliki reseptor untuk mengecap rasa manis, asin, pahit, dan asam. Belakangan, para ilmuwan menemukan reseptor baru untuk rasa lain yakni umami.

Rasa pedas tidak berasal dari reaksi dengan reseptor-reseptor tersebut. Pedas justru berasal dari reaksi dengan reseptor panas (thermoreceptor) yang disebut VR 1 atau Vanilloid Receptor 1. Selain di lidah, reseptor ini juga ada di kulit dan permukaan mulut.



Sesuai fungsinya sebagai reseptor panas, VR 1 bereaksi dengan suhu di atas 42 derajat celcius. Dikutip dari BBC Future, VR 1 juga bereaksi dengan asam. Diyakini sebagai mekanisme untuk melindungi jaringan dari ancaman panas dan asam.

Secara kebetulan, reseptor ini bereaksi juga dengan senyawa-senyawa dalam makanan. Antara lain dengan senyawa capsaicin pada cabai, pipperine pada lada, dan allyl isothiocynanate pada mustard atau lobak. Ini menjelaskan kenapa bahan-bahan tersebut terasa pedas ataupun 'panas' di lidah.

Mekanisme serupa juga terjadi saat mengunyah pappermint. Reseptor yang seharusnya bereaksi dengan penurunan suhu, secara kebetulan bereaksi juga dengan kandungan menthol di dalamnya sehingga lidah terasa dingin meski tidak sedang mengunyah es.


Habib Bahar bin Smith tebar ancaman untuk Jokowi. Simak videonya di sini:

[Gambas:Video 20detik]



(up/fds)