Senin, 18 Mar 2019 15:27 WIB

Pencegahan Stunting Tak Cukup Hanya di 1.000 Hari Pertama Kehidupan

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Maruf Amin singgung nutrisi pada 1.000 hari pertama kehidupan (Foto: Grandyos Zafna) Ma'ruf Amin singgung nutrisi pada 1.000 hari pertama kehidupan (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta - Dalam debat Calon Wakil Presiden (Cawapres) yang dilangsungkan pada Minggu (17/3) lalu, kedua calon menyampaikan program yang akan mereka lakukan untuk menurunkan dan mencegah stunting.

Cawapres 01, Ma'ruf Amin, mengatakan akan berfokus pada masalah gizi pada ibu hamil dan 1.000 hari pertama kehidupan, sementara Cawapres 02 menyoroti tentang pemberian susu dan asupan nutrisi pada anak usia dibawah 2 tahun.

Sekertaris Ditjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI, Eni Gustina, mengatakan hal yang harus dilakukan saat ini untuk menekan angka stunting adalah fokus pada pemberian nutrisi di usia remaja.

"Remaja, khususnya remaja putri akan melahirkan anak. Nah kalau dari remaja mereka sudah pendek, prematur, otomatis stuntingnya makin meningkat. Jadi kita menyiapkan gizi remaja ini supaya dia sehat duluan," ujarnya saat ditemui detikHealth di Kantor Kementerian Kesehatan, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (18/3/2019).

Eni menambahkan, salah satu upayanya adalah dengan menurunkan angka anemia pada remaja perempuan. Sebab, saat ini masih banyak remaja yang mengalami anemia dan kekurangan energi.



"Kan kalau bayi berat badan lahir rendah itu biasanya karena ibunya anemia atau kurang energi kronis. Kalau kita intervensi dari ibu hamil, itu telat. Ibu hamil diberikan tablet rasanya tidak cukup kalau ia mengejar supaya tidak anemia," tambahnya.

Para remaja juga disiapkan untuk menjadi lebih sehat dengan diberikan asupan gizi yang cukup tetapi juga dijaga agar tidak mengalami obesitas. Jika ibu mengidap obesitas, maka bayinya akan mudah rentan terhadap penyakit.

"Dari remaja ini sudah kita siapkan agar mereka sehat, tidak anemia, gizinya cukup, tapi tidak obesitas. Karena obesitas juga berisiko. Jadi kalau ibu yang obesitas juga berisiko terhadap kehamilannya karena kemungkinan ia akan diabetes melitus," pungkasnya.

(kna/up)