Rabu, 20 Mar 2019 10:16 WIB

Penjual Pecel Lele Digebuki, Mungkinkah Lapar Bikin Orang Jadi Pemarah?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Ilustrasi warung pecel lele (Foto: Ibnu Hariyanto/detikcom) Ilustrasi warung pecel lele (Foto: Ibnu Hariyanto/detikcom)
Topik Hangat Lapar Jadi Galak
Jakarta - Seorang penjual pecel lele di Bekasi, Achmad Zunaidi, dipukuli pelanggan karena terlalu lama memasak dan menyiapkan pesanan. Dua orang pelaku tengah diburu petugas.

"Korban mengalami luka-luka di bagian muka dan selanjutnya korban dibawa ke RS Kramatjati oleh keluarganya," kata Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing, dikutip dari detiknews.



Disebut-sebut, persoalannya sangat sepele yakni karena korban terlalu lama menggoreng lele. Namun ilmu pengetahuan membuktikan, menahan lapar memang punya dampak serius pada mood dan kejiwaan seseorang.

Oxford English Dictionary pada 2018 resmi memasukkkan istilah 'hangry', untuk menggambarkan hungry (lapar) yang memicu angry (marah-marah). "Bad-tempered or irritable as a result of hunger," demikian Oxford mengartikan Hangry.



Dikutip dari The Independent, hangry diyakini merupakan salah satu mekanisme untuk bertahan hidup. Dalam kondisi kelaparan, hewan cenderung mengalami peningkatan hormon kortisol dan adrenalin, yang membuatnya bakal memprioritaskan makanan.

Selain itu, lapar dan marah juga dikendalikan oleh gen yang sama yakni neuropeptida Y. Selain mengontrol lapar, senyawa ini juga mengatur kemarahan. Seseorang dengan kadar neuropeptida Y dalam cairan otaknya cenderung menunjukkan perilaku agresif.

(up/frp)
Topik Hangat Lapar Jadi Galak