Rabu, 20 Mar 2019 12:52 WIB

Diare dan ISPA Ancam Pengungsi Banjir Bandang di Sentani

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Banjir bandang di Sentani, Jayapura, Papua. (Dok BNPB) Banjir bandang di Sentani, Jayapura, Papua. (Dok BNPB)
Jakarta - Banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Sentani, Jayapura, telah memakan banyak korban jiwa. Data dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) mencatat 89 orang meninggal dan 150 orang mengalami luka-luka.

Kementerian Kesehatan sendiri sudah melakukan upaya cepat tanggap dengan mengirimkan sejumlah bantuan dan membangun pusat krisis kesehatan khususnya pada daerah yang mengalami dampak terburuk.

"Sudah, jadi pihak kami, Dirjen kita disana pak Anung disana, dan pusat krisis kesehatan disana, obat-obatan dan makanan tambahan kita sebarkan, karena mereka kan tinggal di pengungsian. Kemudian kebersihan juga sudah kita siapkan," kata Menteri Kesehatan RI, Nila f Moeloek, saat dijumpai detikHealth di Balai Kartini, Jl Jend Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (20/3/2019).



Selain itu, banyak masyarakat yang lebih memilih tinggal di pengungsian karena takut dan trauma akan banjir susulan. Beberapa titik pengungsian dilaporkan mengalami kepadatan yang menyebabkan penyakit akan lebih mudah menyerang warga.

"Sebentar lagi bisa saja, kan tinggal di pengungsian, mungkin kan udaranya kan biasa tinggal dirumah sekarang di pengungsian, ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan) kita takut diare, oleh karena itu kesehatan lingkungan juga kita sudah kirim," pungkasnya.

(kna/up)
News Feed