Kamis, 21 Mar 2019 20:09 WIB

Romahurmuziy Susah Tidur di Rutan, Ini Dampaknya Bagi Daya Tahan Tubuh

Firdaus Anwar - detikHealth
Romahurmuziy mengaku susah tidur di tahanan (Foto: detik) Romahurmuziy mengaku susah tidur di tahanan (Foto: detik)
Jakarta - Tersangka kasus suap 'jual-beli' jabatan di Kementerian Agama (Kemenag), Romahurmuziy alias Rommy dikabarkan gagal menjalani pemeriksaan pada Kamis (21/3) karena mengeluh sakit. Dokter menemukan bahwa kondisi Rommy sehat hanya saja mungkin memang kurang tidur.

"Tersangka mengeluhkan sulit tidur dalam beberapa hari ini, karena itu diberikan pengobatan yang sesuai dengan keluhan tersebut," kata Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan seperti dikutip dari detiknews.



Terkait hal tersebut beberapa studi oleh ahli memang menemukan hubungan antara kurang tidur dan kerentanan penyakit. Sebagai contoh studi dalam jurnal Sleep Medicine 2017 melihat bagaimana keluhan nyeri bisa meningkat pada orang kurang tidur.

Pemimpin studi Esther Afolalu menyebut hal ini terjadi kemungkinan karena kurang tidur membuat sistem imunn tidak berfungsi dengan baik. Dampaknya bakteri, virus, serta zat asing akan lebih mudah menyerang tubuh menimbulkan reaksi inflamasi yang berkaitan dengan nyeri.

"Tidur dan nyeri adalah dua masalah kesehatan besar yang ada pada masyarakat saat ini," kata Esther seperti dikutip dari Reuters.

Secara umum, durasi tidur idealnya berkisar antara 6-8 jam dalam semalam.

(fds/up)