Sabtu, 23 Mar 2019 13:31 WIB

Dosen Jadi Pelaku Pembunuh Wanita Berjilbab, Berpendidikan Bisa Kalap Juga?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Foto: Sulaiha Djafar yang ditemukan tewas dalam mobil di Gowa (Ist) Foto: Sulaiha Djafar yang ditemukan tewas dalam mobil di Gowa (Ist)
Jakarta - Seorang wanita ditemukan tewas dalam mobil setelah dibunuh oleh rekannya. Pembunuh wanita berjilbab dalam mobil di Gowa Sulaiha Djafar, W, merupakan teman sekantor korban. Pelaku tercatat sebagai dosen Universitas Negeri Makassar (UNM).

"Yang diamankan ini teman dekatnya. Teman kerjanya," kata Kepala Humas Polres Gowa AKP Tambunan, dikutip dari detikcom.

Kejadian naas ini menunjukkan bahwa yang berpendidikan tidak menjamin seseorang akan memiliki perilaku yang baik. Psikolog beranggapan hal ini bisa saja karena kontrol emosi yang rendah dari pelaku.

"Emosi itu kan sebaiknya dikeluarkan tetapi dengan cara yang baik, nah pelaku ini belum terlatih atau tidak bisa mengeluarkan emosi dengan cara yang baik. Sehingga logika berpikirnya tidak jalan," jelas psikolog anak dan remaja Ratih Zulhaqqi, MPsi, kepada detikHealth beberapa waktu lalu.



Para ahli berujar dibutuhkan juga kecerdasan emosi dalam diri seseorang. Karena jika pendidikan formal yang baik tetapi tidak dibarengi dengan kecerdasan emosional, maka seseorang bisa saja menjadi tidak terkontrol sehingga melaukan hal yang tidak terpuji.

"Kalau orang marah, dalam keadaan emosi rasionya tidak jalan, hanya emosinya saja yang jalan, kalau emosi yang bekerja, tanpa disertai dengan berfikir akan dampak yang ditimbulkan, maka seseorang akan melakukan apapun yang terlintas dalam pikirannya," kata psikolog Dr Rose Mini M.Psi, yang dihubungi terpisah.

Terkadang, pelaku pembunuhan bisa bersikap sangat spontan saat dikuasai oleh emosi. Tidak memikirkan akibat dari kejahatan yang dilakukannya. Maka dari itu, kontrol diri selalu diperlukan dalam situasi apapun.

(kna/up)