Senin, 25 Mar 2019 07:30 WIB

Adu Gagasan Soal Rokok: TKN Naikkan Harga, BPN Rehabilitasi Perokok

Rosmha Widiyani - detikHealth
Kedua tim paslon capres-cawapres memberikan usul yang berbeda soal rokok. (Foto: ilustrasi/thinkstock) Kedua tim paslon capres-cawapres memberikan usul yang berbeda soal rokok. (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta - Solusi atas masalah rokok kembali diperdebatkan Tim Sukses Pasangan Calon (Paslon). Dalam diskusi yang digelar Lembaga Kajian dan Konsultasi Pembangunan Kesehatan (LK2PK) kedua tim memberi penyelesaian yang berbeda

Tim Kemenangan Nasional (TKN) merujuk pada harga rokok. Harga produk ini dinilai masih terlalu murah bila dibandingkan negara lain. Rokok yang menimbulkan kecanduan adalah akar dari berbagai penyakit, misal TB dan gangguan jantung.

"Kita liat di negara lain, harga rokok sudah mahal sekali. Nantinya kenaikan tidak berlangsung sekaligus. Saya rasa kita bisa menerapkannya dengan kenaikan yang bertahap," kata Mariya Mubarika dari TKN yang merupakan tim sukses paslon 01.

Menurut Mariya, timnya sudah memiliki cetak biru kenaikan harga rokok. Kenaikan inilah yang akan digunakan untuk beragam kepentingan yang diperlukan masyarakat.



Badan Pemenangan Nasional (BPN) memilih solusi yang berbeda. Solusi diperoleh dengan mempertimbangkan sifat adiktif rokok. Mereka yang sudah kecanduan akan membeli rokok meski harganya mahal. Rokok bisa menjadi pengeluaran terbesar mengalahkan beras.

"Kami akan memberikan nicotine replacement theraphy bagi yang sudah kecanduan. Sedangkan bagi yang belum kami akan melakukan usaha promotif lewat media sosial. Misal menaikkan hashtag bahagia tanpa rokok," ujar Harun Albar dari Satgas Kesehatan BPN.

Menurut tim sukses paslon 02, perokok adalah korban dari produk tembakau. Mereka harus dibantu untuk melepaskan diri dari ketergantungannya. Sementara bagi yang tidak merokok harus dibantu untuk menerapkan hidup sehat.

Sayangnya kedua tim tidak membahas kerja sama pembatasan rokok dengan pemerintah daerah. Misal tata laksana terapi, atau pembagian pajak dan cukai dengan pemerintah pusat. Aturan pemda dan pusat harus punya visi yang sama membatasi konsumsi rokok. Kebijakan pemda saat ini paling dekat dengan kehidupan masyarakat.




Tonton juga video Kubu Prabowo Salahkan Pemerintah atas Perilaku Merokok Masyarakat:

[Gambas:Video 20detik]


Adu Gagasan Soal Rokok: TKN Naikkan Harga, BPN Rehabilitasi Perokok
(Rosmha Widiyani/up)