Senin, 25 Mar 2019 15:29 WIB

Nyeri Dada Bukan Melulu Sakit Jantung, Bisa Jadi 7 Kemungkinan Ini

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Ada banyak kemungkinan bila mengalami nyeri dada, serangan jantung hanya salah satunya (Foto: thinkstock) Ada banyak kemungkinan bila mengalami nyeri dada, serangan jantung hanya salah satunya (Foto: thinkstock)
Jakarta - Seringkali munculnya rasa sakit di dada dikaitkan dengan serangan jantung, namun banyak penyakit dan kondisi kesehatan yang sebenarnya bisa memicu rasa ini. Akan tetapi, nyeri di dada bukanlah suatu hal yang bisa disepelekan dan lebih baik segera diperiksakan.

"Aku mengenal satu orang yang meninggal dan hal terakhir yang ada di mesin pencariannya adalah 'gejala serangan jantung'," kata Dr Sharonne Hayes, ahli jantung di Mayo Clinic Rochester, dikutip dari Health.com.

Berikut adalah tujuh kondisi dan penyakit yang bisa menyebabkan nyeri dada:



1. Heartburn

Heartburn alias mulas muncul karena refluks asam yang naik ke tenggorokan. Refluks asam terjadi saat isi perut seseorang termasuk asam lambung yang membantu memecah makanan kembali ke esofagus. Asam lambung sangat tinggi kandungan asamnya sehingga bisa menyebabkan rasa terbakar di area esofagus yang dekat dengan dada.

2. Otot tegang

Sangat mungkin bagi seseorang untuk keliru mengartikan otot dada yang tegang dengan hal-hal yang lebih serius seperti serangan jantung. Untuk membedakannya, jika kamu menekan dinding dada dan terasa lebih sakit, maka itu adalah nyeri otot tegang dan tidak ada urusannya dengan jantungmu.

3. Kostokondritis

Diperkirakan 13 hingga 36 persen orang dewasa yang datang ke UGD atau memeriksakan diri ke dokter karena nyeri dada akut terdiagnosis kostokondritis. Kostokondritis merupakan kondisi di mana ada peradangan pada tulang iga yang bertemu dengan tulang rawan, menurut sebuah review di jurnal American Family Physician tahun 2009. Walau dokter tak selalu bisa memastikan apa yang memicu kondisi tersebut, namun bisa jadi disebabkan infeksi virus atau cedera dada. Secara umum, gejalanya akan terasa seperti ada tekanan di dinding dada dan mirip otot yang tegang dan terasa lembut saat ditekan. Biasanya akan hilang dalam beberapa hari.



4. Perikarditis

Jika kamu sedang terkena infeksi virus selama beberapa hari, tiba-tiba terbangung karena ada rasa menusuk yang amat sangat di dada, bisa jadi kamu mengalami perkarditis yang menyebabkan inflamasi di lapisan jaringan yang menyelubungi jantung. Tidak membahayakan dan jinak, bahkan perikarditis bisa hilang dalam beberapa hari hanya dengan beristirahat atau meminum obat anti nyeri.

5. Pankreatitis

Walau tidak melulu soal penyakit jantung, namun bukan berarti nyeri di dada tidak berbahaya. Salah satunya pankreatitis akut atau peradangan mendadak di pankreas yang dipicu oleh batu empedu. Biasanya muncul rasa nyeri di perut yang sangat dalam dan menjalar ke dada. Pasien pankreatitis harus segera mendapatkan pertolongan medis.

6. Jantung koroner

Penyakit jantung koroner disebabkan oleh penumpukan plak di arteri yang menyuplai darah ke jantung. Penyakit ini kerap menimbulkan rasa nyeri di dada, dan berujung serangan jantung dadakan serta gagal jantung dan aritmia. Dr Hayes menyayangkan masih ada orang-orang yang menyepelekan nyeri dada dan khawatir kalau akan bersikap berlebihan. Ia menegaskan lebih banyak yang meninggal karena menyepelekan dan mengira itu hanya nyeri biasa tapi ternyata serangan jantung.

7. Serangan panik

Serangan panik memiliki tanda-tanda yang mirip sekali dengan serangan jantung dan tak jarang pula mereka mengira sedang mengalami hal tersebut. Selain nyeri dada, gejalanya juga bisa termasuk berdebar, berkeringat, gemetar, mual, pusing dan terasa seperti gila. Jika kamu pernah mengalaminya, jangan segan-segan untuk memeriksakan diri ke psikiater.



Nyeri Dada Bukan Melulu Sakit Jantung, Bisa Jadi 7 Kemungkinan Ini
(frp/up)