Selasa, 26 Mar 2019 09:15 WIB

Mencoba Pose Yoga 'Handstand' yang Rumit, Wanita Ini Malah Kena Stroke

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Melakukan posisi yoga yang rumit bisa membahayana kesehatanmu. (Foto: iStock) Melakukan posisi yoga yang rumit bisa membahayana kesehatanmu. (Foto: iStock)
Jakarta - Rebecca Leigh, wanita dari Gambrillis, Maryland bercerita ia terkena stroke dengan merobek pembuluh darah di lehernya saat melakukan yoga dengan posisi headstand. Sebelumnya, ia telah membuat tutorial yoga untuk 26.000 penggemar media sosialnya beberapa jam sebelum mengalami cedera.

Sesaat setelah itu, wanita berusia 40 tahun ini menuturkan penglihatannya menjadi buram, anggota tubuhnya lemah dan sakit kepala. Namun ia berpikir hanya keseleo sedikit sebab pernah mengalami gejala yang sama ketika melakukan headstand di usia dua puluhan.

Dua hari kemudian, Leigh mengunjungi dokter dan terkejut mengetahui bahwa ia terkena stroke padahal dirinya masih muda dan sehat. Dokter berkesimpulan Leigh merobek arteri karotis kanan di lehernya saat melakukan pose handstand hollowback.

Saat ini, ia tidak dapat berbicara lebih dari beberapa menit karena kerusakan saraf dan mengalami sakit kepala hampir setiap hari dan ingatannya juga menghilang. Tetapi setelah satu bulan melalui pengalaman mengerikan itu, Leigh tidak kapok dan kembali ke matras yoga dan berlatih setiap hari.

"Setelah berpuluh tahun fokus pada olahraga dan diet, saya membuat keputusan yang berdampak sehat pada tubuh saya. Mengalami stroke dengan melakukan yoga nampaknya tidak adil. Aku harus kembali ke sana dan melakukan hal yang membuatku bahagia, salah satunya adalah latihan yoga," kata Leigh dikutip dari Daily Mail.



Acarotid artery dissection (CAD) terjadi ketika darah bocor ke dinding pembuluh darah. Darah mengumpul menyebabkan lapisan dinding arteri terpisah. Ini mencegah oksigen mencapai otak dan merupakan penyebab utama stroke, kebanyakan pada orang di bawah usia 50 tahun.

"Saya sedang berlatih jenis yoga handstand yang cukup kuat yang disebut hollowback handstand. Saya merasa telah benar-benar berhasil melakukannya tetapi ketika di dalam rumah, penglihatan saya menjadi kabur," kenangnya.

Leigh menghabiskan lima hari di unit perawatan intensif neurologis saat dokter masih mendiagnosis akibat dari stroke yang diidapnya karena dia wanita yang sehat dan aktif serta bukan perokok. Setelah dilakukan CT Scan dan MRI, dokter baru menemukan penyebab strokenya tersebut.

Setelah berjalan beberapa bulan, dokter mengatakan kepadanya sakitnya sudah sembuh tetapi tetap ada gejala tertentu yang menyertainya.

"Saya masih merasa sakit di kepala dan leher setiap hari. Wajah saya sakit hanya karena berbicara beberapa menit atau menjalani hari yang sibuk," jelasnya.

Namun, itu bukan kondisi terburuk yang ia terima. Kenyataan bahwa strokenya bisa kambuh secara tiba-tiba juga menjadi kekhawatiran terbesarnya.

(kna/up)
News Feed