Jumat, 29 Mar 2019 07:40 WIB

Aneurisme Otak Seperti Emilia Clarke Lebih Banyak Diidap Wanita

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Emilia Clarke disebut mengalami aneurisme otak. (Foto: Frazer Harrison/Getty Images) Emilia Clarke disebut mengalami aneurisme otak. (Foto: Frazer Harrison/Getty Images)
Jakarta - Emilia Clarke, aktris pemeran Daenerys Targaryen dalam serial Game of Thrones sempat menghebohkan setelah dikabarkan pernah alami aneurisme otak yang pecah. Penyakit ini membuatnya nyaris mati dan bahkan dia alami dua kali.

Awalnya di tahun 2011 saat ia berusia 24 tahun, ia mengalami sakit kepala yang amat sangat setelah olahraga. Pindaian menunjukkan aneurisme di otaknya pecah dan harus dioperasi segera. Kali kedua di tahun 2013, dokter menemukan tumor agresif di sisi lain otaknya, dan saat itu ia nyaris tak bisa lolos.

Rahul Jandial MD, PhD, penulis buku Neurofitness dan dokter bedah otak di Los Angeles mengatakan aneurisme otak bisa terjadi akibat adanya titik tipis di arteri pembuluh darah mengembang atau menyundul dan terisi darah. 'Balon' darah di dinding arteri ini disebut dengan aneurisme otak.



"Banyak orang tak menyadari bahwa mereka mengalami aneurisme dan bisa hidup bertahun-tahun. Hal ini disebabkan kondisi ini akan menjadi berbahaya ketika 'balon' tersebut pecah dan menimbulkan komplikasi serius," kata Dr Jandial, dikutip dari Shape.

Saat aneurisme pecah, pendarahan akan terjadi dan bisa menyebabkan stroke, kerusakan otak, koma dan bahkan kematian, ia melanjutkan. Pada dasarnya aneurisme otak adalah bom waktu dan sering tak terdeteksi karena sangat sulit didiagnosis.

Dr Jandial mengatakan sekitar 40 persen kasus penyakit ini fatal, dan 15 persen pengidapnya meninggal sebelum mencapai rumah sakit. Emilia termasuk salah satu kasus keajaiban, imbuhnya.

Wanita menjadi yang paling sering mengidap penyakit ini. Namun belum diketahui secara pasti apa penyebabnya. Beberapa memercayai adanya kaitan dengan penolakan atau kekurangan estrogen.



"Faktor gaya hidup seperti genetik, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, merokok, dan penggunaan obat-obatan bisa berisiko tinggi. Apapun yang membuat jantungmu bekerja dua kali lipat lebih keras untuk memompa darah dapat meningkatkan risikomu terkena aneurisme," kata Dr Jandial.

Gejala-gejala yang bisa dikenali adalah sakit kepala yang amat sangat yang belum pernah dialami sebelumnya. Diikuti dengan mual, muntah, pusing, sensitif terhadap cahaya, serta pandangan kabur atau berbayang.

"Pasien aneurisme biasanya akan mengalami kerusakan saraf permanen. Sulit untuk kembali ke dirimu yang dulu setelah mengalami hal yang bagaikan malapetaka ini. Clarke sangat beruntung karena tak banyak orang yang bisa selamat."

"Jika kamu mengalami gejalanya, jangan coba mengatasi rasa sakitnya, dengarkan tubuhmu dan segera pergi ke unit gawat darurat sebelum terlambat. Dapatkan diagnosis dan pengobatan secepatnya memperbesar kesempatanmu untuk pulih seutuhnya," pungkas Dr Jandial.

(frp/up)