Sabtu, 30 Mar 2019 15:10 WIB

Pesan Dokter Jiwa Soal Mudahnya Memviralkan Video di Medsos

Widiya Wiyanti - detikHealth
Lokasi yang diduga tempat sang anak dalam video viral didorong keluar dari mobil. (Foto: Muhammad Aminudin) Lokasi yang diduga tempat sang anak dalam video viral didorong keluar dari mobil. (Foto: Muhammad Aminudin)
Jakarta - Pengunggah video viral ibu yang mendorong anak keluar dari mobil di Malang kemungkinan bisa terjerat Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) karena menyebarkan video yang berisikan kekerasan pada anak.

Pakar kesehatan jiwa sekaligus staf pengajar Departemen Psikiatri Fakultas Kedokteran UKRIDA, dr Andri, SpKJ, FACLP mengingatkan pentingnya menghargai privasi orang lain, apalagi dengan tidak merekam atau memotret sesuatu kejadian yang tidak diketahui kebenarannya.

"Jadi mungkin (masyarakat) perlu pencerahan lagi, biarpun kita punya alat untuk ngerekam bukan berarti kita sembarangan untuk menyebarkan," ujarnya kepada detikHealth, Jumat (29/3/2019).


dr Andri menyebut kebanyakan orang masa kini lebih mementingkan hanya penasaran melihat suatu kejadian tanpa ada aksi untuk membantu sesama.

"Orang kita lebih cenderung kemarin kecelakaan kereta saja lebih sibuk bikin video daripada ngebantuin," ungkapnya.

Meskipun Indonesia tengah menghadapi era demokrasi, dr Andri menyarankan masyarakat untuk tidak 'kebablasan' bersuara di media sosial. Karena dengan itu tidak jarang dapat menimbulkan konflik.

"Makanya hukum itu tetap menjadi pegangan kita, supremasi hukum harus ada. Inilah perlu yang diperhatikan," tandasnya.



Simak Juga 'Ngobs Kuy! Nutrisi Jiwa':

[Gambas:Video 20detik]


Pesan Dokter Jiwa Soal Mudahnya Memviralkan Video di Medsos
(wdw/up)