Senin, 08 Apr 2019 12:35 WIB

Penyakit Langka Bikin Wanita Ini Bengkak sampai Susah Pakai Celana

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Ilustrasi kaki bengkak. Foto: Thinkstock Ilustrasi kaki bengkak. Foto: Thinkstock
Jakarta - Ada Thompson (38) terlahir dengan kondisi langka yang disebut limfedema primer. Kondisi ini membuat seluruh bagian tubuh kanannya sangat bengkak, terutama di bagian kakinya, hingga tak bisa lagi mengenakan celana.

Bobot Ada kini melambung hingga mencapai 208 kilogram karena penyakit tersebut, yang diperkirakan hanya diidap 1 dari 6.000 jiwa. Menurut National Organization for Rare Disorders, gejala yang paling umum nampak adalah bengkak di beberapa bagian tubuh yang terasa kencang atau tidak nyaman.

Kulit yang berada di sekitar area tersebut juga terlihat kering dan tidak normal, menebal atau bersisik. Walau belum ada obatnya, biasanya pembedahan atau mengenakan pakaian kompresi serta beberapa alternatif terapi digunakan sebagai penanganannya.


Saat berusia 19 tahun, Ada menjalani operasi untuk menyingkirkan sebuah gumpalan seukuran anggur di kakinya. Seharusnya prosedur tersebut bisa memperbaiki pergerakannya, namun pada akhirnya efek itu menghilang.

"(Kondisi ini) terjadi di mana ada penyumbatan atau kerusakan pada sistem limfe di tubuhmu, Saat aku kecil, ibuku memeriksakanku ke berbagai dokter untuk mendapatkan jawaban dan bantuan, walau tak pernah menyerah namun kondisi ini semakin buruk dari tahun ke tahun," kata Ada, dikutip dari Fox News.

Walaupun begitu, Ada tak ingin kondisinya ini membuatnya malu. Ia berharap sikap positifnya dapat membantu orang lain untuk menemukan kebahagiaan. Ia melakukan berbagai kegiatan seperti menari, menyanyi, apapun yang bisa membuatnya bahagia.

"Kadang aku menyalakan musik dan aku menari-nari di apartemenku karena bisa saja situasiku memburuk. Butuh perjuangan, kadang ada hari baik dan buruk. Kadang aku memakai kruk, atau memakai kursi listrikku. Aku berharap dapat menginspirasi pasien limfedema lainnya. Memang butuh perjuangan, tapi kamu harus kuat, bangun, dan melawannya," tuturnya.




(frp/up)