Senin, 08 Apr 2019 17:49 WIB

Katarak Menyerang Usia Produktif, Ini Penjelasan Dokter

Raras Prawitaningrum - detikHealth
Foto: Shutterstock Foto: Shutterstock
Jakarta - Katarak menjadi salah satu masalah kesehatan yang cukup disoroti di Indonesia. Pasalnya, angka penderita katarak di Indonesia masih tinggi. Staf divisi kornea, katarak, dan bedah refraktif RSCM Kirana, dr. Faraby Martha, Sp.M, mengungkapkan per tahunnya ada 210.000 penderita katarak di Indonesia.

"Sementara dokter mata yang ada di seluruh Indonesia hanya mampu mengoperasi 80.000 orang. Jadi ada sekitar 130.000 orang yang belum dioperasi kataraknya setiap tahun," ujar dr. Faraby saat ditemui usai acara operasi katarak gratis persembahan Sido Muncul, Christine Panjaitan, dan Perdami Cabang DKI Jakarta di Rumah Sakit Antam Medika, Jakarta Timur, Senin (8/4/2019).

Walaupun penyakit katarak identik dengan lansia, dr. Faraby mengungkapkan gangguan penglihatan ini bisa menyerang orang di usia produktif.

"Iya bisa menyerang usia produktif, terutama di daerah tropis seperti Indonesia karena pengaruh sinar ultraviolet yang bisa mempercepat terjadinya katarak. Jadi orang usia sekitar 45-an tahun banyak yang sudah katarak karena bekerjanya outdoor," jelasnya.


Ia juga menjelaskan bahwa gangguan lain seperti metabolik juga bisa mempercepat terjadinya katarak pada seseorang.

"Seperti diabetes dan darah tinggi. Penyandang diabetes juga makin meningkat, terjadi obesitas, pola makannya tidak baik, olahraga yang kurang, itu bisa meningkatkan terjadinya kemungkinan katarak," jelasnya.

Mengenai gejalanya, dr. Faraby menjelaskan katarak ditandai dengan pandangan buram seperti tertutup kabut.

"Gejalanya pun tidak sakit, terjadinya pelan-pelan, dan tidak mendadak. Jika penderita masih aktif berkegiatan seperti menyetir, penglihatan akan silau saat menyetir di malam hari," paparnya.

Di sisi lain, dr. Faraby juga mengatakan bahwa sampai saat ini belum ada pencegahan yang pasti untuk terhindari dari gangguan mata ini.

"Katarak sebenarnya proses penuaan, otomatis akan terjadi. Namun untuk memperlambat terjadinya katarak bisa dengan menjalankan pola hidup sehat kemudian menghindari paparan sinar UV dengan pakai topi atau kacamata pelindung," katanya.


Jika sudah terkena katarak, satu-satunya cara untuk menyembuhkannya adalah dengan membersihkan katarak atau melakukan operasi katarak. Namun dengan catatan seseorang harus mengontrol penyakit lainnya. Jika tekanan darah atau gula darah tinggi, maka harus disembuhkan terlebih dahulu.

"Nggak ada obat tetes maupun minum yang bisa menyembuhkan katarak. Caranya cuma membersihkan katarak atau operasi. Yang perlu disosialisasikan ke masyarakat adalah operasi katarak ini cenderung aman, angka keberhasilannya tinggi, operasinya juga tidak lama hanya 30 menit karena saat ini masih banyak yang takut untuk operasi," pungkasnya. (prf/up)