Selasa, 09 Apr 2019 10:16 WIB

Saran Psikolog Agar Anak Tak Ikut-ikutan Bilang 'Ndasmu!'

Rosmha Widiyani - detikHealth
Orang tua berperan mengarahkan agar anak tidak ngomong kasar (Foto: iStock)
Jakarta - Kata dan kalimat dengan makna yang tidak pantas sangat mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Sayangnya perkataan tersebut sangat mudah terlontar tanpa memperhatikan dampaknya pada mendengar, misal pada anak.

Menurut psikolog anak dan remaja Ratih Zulhaqqi dari Raqqi Consulting dampak kalimat kasar pada anak bergantung pada model pendidikan di rumah. Anak yang tak biasa mendengar kata kasar biasanya akan kaget dan bertanya seputar kalimat tersebut.

"Jika paparan berlanjut, anak bisa saja meniru hingga akhirnya dijauhi teman karena perilaku yang sering ngomong kasar. Dampak selanjutnya dipengaruhi kebiasaan yang sebetulnya dianggap kurang sopan di masyarakat ini," kata Ratih pada detikHealth, Selasa (9/4/2019).



Namun tak mungkin menutup akses atau mencegah sepenuhnya anak supaya tidak terpengaruh kebiasaan ngomong kasar. Orangtua, menurut Ratih, hanya bisa menyiapkan anak supaya bisa memilih mengikuti perilaku yang lebih baik. Pilihan ini memungkinkan anak tetap berbicara baik dan sopan meski sekelilingnya ngomong kasar.

"Orang tua bisa menyampaikan jika kata itu kasar dan tidak patut disampaikan. Ada cara dan pilihan kata yang lebih baik saat berbicara," saran Ratih.

Orangtua juga harus update dengan perkembangan terkini pergaulan anak, termasuk lewat media sosial. Update informasi meningkatkan wawasan orangtua seputar kalimat yang saat ini sering digunakan dalam kehidupan anak. Hasil update bisa menjadi bahan diskusi dengan anak terkait kalimat yang baik dan pantas digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

(up/up)
dRooftalk
×
Rentetan Bencana di Awal Tahun
Rentetan Bencana di Awal Tahun Selengkapnya