Selasa, 09 Apr 2019 10:58 WIB

Tak Berdaya Melawan Infeksi Jamur, Seorang Pria Lanjut Usia Tewas di RS

Rosmha Widiyani - detikHealth
Pria lanjut usia tewas setelah melawan infeksi jamur. Foto: ilustrasi/thinkstock Pria lanjut usia tewas setelah melawan infeksi jamur. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Seorang pria yang tidak disebutkan identitasnya tewas akibat infeksi jamur pada Mei 2018 lalu. Pria ini dirujuk ke Mount Sinai Hospital di Brooklyn untuk melaksanakan bedah di bagian perut. Hasil tes darah menyatakan, pria tersebut terkena infeksi jamur yang belum diketahui jenisnya.

Dokter kemudian mengirim pria tersebut ke unit perawatan intensif untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sayang pria tersebut tidak berdaya melawan jamur yang diketahui sebagai Candida auris. Jamur yang perlahan menyebar ke seluruh dunia tersebut menyebabkan penurunan daya tahan tubuh. Jamur ternyata tidak mati meski inangnya, yang dalam kasus ini adalah pria tersebut, telah tewas.

"Seluruh ruang perawatan pria tersebut positif ditumbuhi jamur tanpa menyisakan celah. Jamur tumbuh hingga pojok ruangan, belakang perlengkapan kamar, gorden, bahkan papan tulis yang merupakan sarana informasi petugas kesehatan yang bertanggung jawab atas pasien," kata Presiden Mount Sinai Hospital dikutip dari The New York Times.



C auris adalah salah satu jamur yang paling berbahaya dalam kehidupan manusia. Jamur ini tahan terhadap banyak jenis pengobatan untuk infeksi jamur. Pria tersebut tewas setelah 90 hari menjalani perawatan intensif dan pengobatan antijamur. Kasus ini mengingatkan pada drug-resistant infections yang terjadi pada antibiotik. Kasus serupa ternyata bisa terjadi pada jamur.

Saat ini, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) telah memasukkan infeksi jamur C auris pada kelompok yang memerlukan perawatan secepatnya (urgent threats). Pemerintah federal Amerika telah memutuskan tidak memberi informasi detail lokasi ditemukannya infeksi jamur.

Pemerintah bisa menolak permintaan memberikan informasi detail lokasi infeksi C auris. Hal ini untuk mencegah terjadinya kekhawatiran berlebih di masyarakat. Pemerintah Amerika hingga kini masih melakukan riset untuk mengendalikan infeksi C auris, serta cara efektif untuk mengatasi infeksinya pada manusia.

(up/up)
News Feed