Rabu, 10 Apr 2019 08:30 WIB

Olahraga Yoga Sempat Dikira Bikin Tahanan di Rusia Jadi Gay

Firdaus Anwar - detikHealth
Ilustrasi olahraga yoga. Foto: Khadijah Nur Azizah/detikHealth Ilustrasi olahraga yoga. Foto: Khadijah Nur Azizah/detikHealth
Jakarta - Penjara di Rusia sempat menghentikan kelas yoga untuk para tahanan ketika muncul klaim bahwa aktivitas tersebut dapat mendorong perilaku homoseksual (gay). Yoga sendiri mulai populer ketika pertama kali dikenalkan di penjara Butyrka dan pusat penahanan pra-sidang untuk wanita di Moscow tahun lalu.

Yoga sempat dihentikan ketika pembuat undang-undang dari partai konservatif mengutip tulisan theolog ke jaksa penuntut. Di dalamnya disebutkan bahwa yoga bisa membuat tahanan jadi gay dan berujung pada kerusuhan.



Kepala deputi Federal Prison Service, Valery Maximenko, belakangan menolak klaim tersebut. Menurutnya yoga bukan hal yang mempromosikan homoseksualitas malah bisa bermanfaat untuk kesehatan fisik dan mental para tahanan.

"Riset kami melihat penurunan drastis kunjungan ke dokter di antara tahanan yang melakukan yoga. Ini adalah efek positif," kata Valery kepada stasiun radio Govorit Moskva dan dikutip dari The Moscow Times, Rabu (10/4/2019).

"Tidak akan ada orang yang tertarik menjadi homoseksual karena ini," katanya.

Sementara itu pembuat undang-undang terkait mengaku hanya ingin otoritas setempat melakukan pengecekan legal. Ia menyebut dirinya tidak pernah melakukan pelarangan terhadap yoga di penjara.

(fds/up)
News Feed