Rabu, 10 Apr 2019 12:27 WIB

Soal Pengeroyokan Siswi SMP di Pontianak, Komnas PA Singgung Peran Ortu

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Perilaku brutal para remaja tak bisa dilepaskan dari faktor pengaruh lingkungan (Foto: thinkstock) Perilaku brutal para remaja tak bisa dilepaskan dari faktor pengaruh lingkungan (Foto: thinkstock)
Jakarta - Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) angkat bicara mengenai kasus pengeroyokan siswi SMP di Pontianak. Dewan Komisioner Komnas PA menyatakan sikap prihatin dan mengecam atas perundungan oleh 12 siswi SMA tersebut.

Dalam rilis yang diterima detikHealth, Komnas PA mengatakan penganiyaan, perundungan, persekusi diikuti kekerasan seksual yang dilakukan oleh 12 geng siswi ini tidak bisa ditoleransi oleh akal sehat.

Salah satu hal yang disoroti oleh Komnas PA dalam perilaku tersebut yakni kurangnya pengawasan dari orang tua bisa jadi memicu sifat buruk pelaku.



"Munculnya perilaku dan perbuatan sadis ini tidak berdiri sendiri. Bisa saja karena terinpirasi dari lingkungan keluarga dan lingkungan sosialnya atau terinspirasi tayangan-tayangan yang tidak edukatif. Sebab dunia anak adalah meniru yang ada di sekitarnya," tulisnya.

Saat ini, korban yang berinisial A mengalami luka fisik juga psikologis yang cukup serius dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Komnas PA berharap peristiwa ini dapat dijadikan pembelajaran oleh semua pihak bahwa perundungan tidak bisa dibenarkan dan pelakunya harus diberikan hukuman dan efek jera.

"Ayo selamatkan A dan kita jadikan peristiwa ini menjadi gerakan nasional anti perundungan, atau anti bulliyng dan persekusi," tutupnya.

(kna/up)
News Feed