Rabu, 10 Apr 2019 21:01 WIB

7 Fakta Unik DNA, Manusia dan Kol Juga Punya Kemiripan Lho!

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
DNA tiap manusia unik tidak ada yang benar-benar sama persis (Foto: Thinkstock) DNA tiap manusia unik tidak ada yang benar-benar sama persis (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) merupakan molekul kompleks yang menyimpan informasi genetik pada makhluk hidup. Molekul ini unik pada setiap individu, tidak ada yang benar-benar mirip.

Istilah DNA tengah trending saat ini. Amien Rais menyebut, Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto memiliki DNA 3 tokoh nasional, yakni Sukarno, Bung Hatta, dan Bung Tomo. Pernyataan ini jadi perbincangan menjelang Pemilu 2019.

Apa sih DNA itu? detikHealth telah mengulasnya DI SINI.

Beberapa fakta menarik lainnya tentang DNA bisa disimak sebagai berikut, dikutip dari berbagai sumber.



1. DNA tiap manusia 99 persen mirip
Cukup 0,1 persen perbedaan pada struktur DNA yang memberikan perbedaan pada kulit, rambut, dan warna mata. Para ilmuwan meyakini perbedaan sebesar 0,1 persen ini menyimpan informasi penting tentang penyebab penyakit.

2. Bahkan, mirip juga dengan sayur kol
DNA manusia punya kemiripan sebesar 40-50 persen dengan kol.

3. Warisan penyakit
Sekitar 5-8 persen DNA bukan berasal dari leluhur, tetapi dari virus yang pernah menginfeksi nenek moyang dan terakumulasi selama proses evolusi.

4. Strukturnya sangat panjang
Manusia memiliki 10 triliun sel dalam tubuhnya. Bila direntangkan, panjang rantai DNA di dalamnya bisa mencapai 65 kali jarak dari Bumi ke matahari.



5. Kodenya juga panjang
Jika seseorang sanggup mengetik 60 kata tiap menit selama 8 jam dalam sehari, maka butuh 50 tahun untuk mengkode seluruh genome manusia.

6. Mudah rusak
Ratusan atau bahkan ribuan kali dalam sehari, DNA mengalami kerusakan. Meski tubuh punya mekanisme untuk memperbaiki kerusakan tersebut, sebagian tidak bisa diperbaiki dan menyebabkan mutasi. Kanker adalah salah satu contoh dampak kerusakan tersebut.

7. Permanen
Secara alami, manusia tidak bisa mengubah susunan DNA. Namun para ilmuwan banyak mengembangkan teknologi untuk mengedit DNA, khususnya untuk menghindari penyakit bawaan.

(up/ask)