Selasa, 16 Apr 2019 20:05 WIB

Pemakai Ganja Bisa Jadi Butuh Dosis Obat Bius Lebih Besar Saat Operasi

Firdaus Anwar - detikHealth
Konsumsi gaja secara reguler dapat membuat efektivitas obat berkurang. (Foto ilustrasi: Agus Setyadi) Konsumsi gaja secara reguler dapat membuat efektivitas obat berkurang. (Foto ilustrasi: Agus Setyadi)
Jakarta - Menurut studi terbaru yang dipublikasi di jurnal American Osteopathic Association, orang yang biasa memakai ganja mungkin butuh dosis obat bius yang lebih besar bila suatu saat harus menjalani operasi. Menurut peneliti hal ini terjadi karena kandungan ganja di dalam tubuh tampaknya berpengaruh terhadap efektivitas beberapa obat.

Pemimpin studi dr Mark Twardowski dari Western Medical Associates mengatakan kandungan ganja bisa menetap di dalam tubuh untuk masa yang lama mungkin hingga beberapa bulan. Oleh karena itu penting bagi seorang pasien terbuka pada dokter memberitahu sejarah pemakaian ganjanya terutama dengan makin banyak daerah yang melegalkan pemakaian ganja untuk rekreasi.


Dari 250 pasien dalam studi, sekitar 10 persen mengaku pemakai ganja regular. Nah ketika pemakaian obat biusnya dibandingkan pasien yang biasa mengonsumsi ganja butuh dua kali lipat dosis obat propofol, 14 persen lebih banyak dosis obat fentanyl, dan 20 persen lebih banyak dosis obat midazolam.

Sebagian besar pasien yang diteliti harus menjalani operasi ringan kolonoskopi.

"Jelas fakta bahwa penggunaan ganja memengaruhi keefektifan dari ketiga obat ini tentu menimbulkan banyak sekali pertanyaan tentang potensi efek pada obat lain seperti penghilang rasa sakit, obat kecemasan, dan sebagainya," kata dr Mark seperti dikutip dari Reuters, Selasa (16/4/2019).

dr Mark mengatakan perlu penelitian lebih lanjut dengan populasi yang lebih besar untuk mengkonfirmasi temuan ini.

(fds/up)