Jumat, 19 Apr 2019 11:05 WIB

Kamu Mengalami Gejala Ini? Bisa Jadi Kena Gangguan Stres Pasca Pemilu

Firdaus Anwar - detikHealth
Besarnya pesta pemilu 2019 juga bisa menimbulkan masalah kejiwaan. (Foto ilustrasi: Pradita Utama) Besarnya pesta pemilu 2019 juga bisa menimbulkan masalah kejiwaan. (Foto ilustrasi: Pradita Utama)
Jakarta - Masa pemilu 2019 mulai masuk tahap akhir di mana Komisi Pemilihan Umum (KPU) kini tinggal menghitung suara yang masuk dan mengumumkan perolehan tiap partisipan. Terkait hal tersebut psikolog forensik Reza Indragiri Amriel mengingatkan agar masyarakat berhati-hati terhadap fenomena post-election stress disorder (PESD) atau gangguan stres pasca pemilu.

Menurut Reza masa menunggu hasil pemilu ini bisa memicu PESD ketika banyak berita politik di media sosial. Hasil survei quick count atau exit poll sebagai contoh dapat memberi tekanan pada orang-orang dengan memicu perdebatan di antara pendukung.


"Saya pribadi, misalnya, walau bukan politisi, merasa betapa tenaga tergerus oleh benturan narasi yang deras berseliweran. Sisi kiri kepala, mulai dari belakang lubang mata hingga tengkuk, juga sudah sakit nyut-nyutan. Nyeri," kata Reza dalam pesan WhatsApp yang diterima detikHealth pada Jumat (19/4/2019).

Menurut Reza PESD bisa muncul dalam gejala di antaranya perasaan masa depan tidak menentu, pupus rasa aman, enggan bersosialisasi, hingga rasa ketidakberdayaan. Bila sudah demikian artinya seseorang membutuhkan bantuan tenaga profesional agar gejala tidak makin parah.

Istilah PESD sendiri mulai muncul ketika angka kecemasan di beberapa negara diperhatikan mengalami peningkatan usai pemilu.

"Benar sudah ungkapan: Pesta (demokrasi) memang memunculkan suka cita. Tapi penat luar biasa sesudahnya," pungkas Reza.




Simak Juga 'Rumah Sakit Jombang Siapkan Kamar Khusus Untuk Caleg Stres':

[Gambas:Video 20detik]


Kamu Mengalami Gejala Ini? Bisa Jadi Kena Gangguan Stres Pasca Pemilu
(fds/up)