Jumat, 19 Apr 2019 12:57 WIB

Sakitnya Sandiaga Uno di Mata Psikolog

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Ekspresi Sandiaga Uno disebut karena kelelahan (Foto: Lamhot Aritonang) Ekspresi Sandiaga Uno disebut karena kelelahan (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta - Dalam beberapa kesempatan usai pemilu, calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno tidak tampak mendampingi pasangannya, Prabowo Subianto. Sandi dikabarkan sakit dan harus beristirahat.

Sandi baru menampakkan diri saat Prabowo mendeklarasikan kemenangan untuk ketiga kalinya di Jl Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (18/4/2019). Itupun tidak lama, hanya sekitar 15 menit.

Psikolog forensik Reza Indragiri Amriel menganggap wajar apabila Sandi kelelahan hingga jatuh sakit. Menurutnya, kampanye di ribuan lokasi kemungkinan mengorbankan keteraturan tidur, pola makan, dan kebiasaan-kebiasaan positif lainnya.

"Tubuh pun akhirnya tidak lagi mau diajak berkompromi. Enough is enough. Jatuh sakitlah si empunya badan," tulis Reza dalam pesan yang dikirim kepada wartawan, Jumat (19/4/2019).


Karena sakitnya, Sandiaga juga mengalami cegukan.Karena sakitnya, Sandiaga juga mengalami cegukan. Foto: Lamhot Aritonang


Reza membandingkan dengan kondisi Hillary Clinton yang juga terkapar dan harus bed rest pada masa Pilpres Amerika Serikat 2016. Kala itu, rivalnya Donald Trump memanfaatkan situasi dengan mempertanyakan kelayakan Hillary untuk menduduki kursi presiden.

Dinamika politik juga berdampak pada kesehatan jiwa. Reza mencontohkan Perdana Menteri Inggris, Winston Churchill yang oleh dokter pribadinya disebut mengalami depresi serius. Churchill kala itu mengatasi depresi dengan alkohol dan cerutu. Ia juga mengalami serangan jantung, pneumonia, dan stroke berulang.



Menariknya, Reza melihat ada perbedaan terkait gejala sakit pada politisi bila dibandingkan dengan koruptor. Jika koruptor doyan melakukan malingering atau pura-pura sakit, penguasa atau calon penguasa melakukan sebaliknya yakni dissimulation atau 'pura-pura' sehat.

"Sah sudah; sehat atau pun pura-pura sehat dan sakit atau pun pura-pura sakit bukan hanya masalah medis, tapi juga urusan kehumasan," simpul Reza.

Dicontohkan oleh Reza, Bung Karno pada 1965 mengalami muntah hingga berulang kali pingsan. Ada yang menyebut cuma masuk angin, tapi versi lain mengatakan kondisi Bung Karno saat itu sangat serius.

"'Ajaib'-nya, pada saat menyampaikan pidato Hari Kemerdekaan tahun itu juga, Bung Karno sudah kembali berkobar-kobar gagah," tulisnya.

Dalam satu unggahan di media sosial tampak benda semacam plester di leher Sandiaga.Dalam satu unggahan di media sosial tampak benda semacam plester di leher Sandiaga. Netizen menyebutnya 'koyo'. Foto: Screenshot Instagram @sandiuno




Simak Juga 'Sandi Dicari, #MisteriHilangnyaSandiagaUno Trending di Twitter':

[Gambas:Video 20detik]

Sakitnya Sandiaga Uno di Mata Psikolog
(up/up)
News Feed