Minggu, 21 Apr 2019 11:12 WIB

Banyak yang Meninggal, Dokter Sarankan Syarat Sehat bagi Petugas KPPS

Roshma Widiyani - detikHealth
Petugas KPPS. Foto: Ilustrasi/Ari Saputra Petugas KPPS. Foto: Ilustrasi/Ari Saputra
Topik Hangat Begadang Jaga TPS
Jakarta - Beberapa daerah melaporkan meninggalnya petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) dan human error yang mengakibatkan perhitungan dan pemungutan suara ulang. Menurut Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Ari Fahrial Syam, petugas mengalami kelelahan yang mengakibatkan sakit dan human error.

Prof Ari menyarankan pemerintah memperhatikan kesehatan saat memilih petugas KPPS. Syarat dibarengi usaha memperbaiki lingkungan kerja KPPS supaya sempat istirahat dan bisa fokus menghitung suara.

"Saya rasa cukup surat keterangan sehat dari dokter. Yang penting adalah tetap harus memperhatikan jam kerja sesehat apapun kalau kerja seperti itu akan membuat mereka tumbang," kata Prof Ari pada detikHealth, Minggu (21/4/2019).


Prof Ari sempat mengatakan, seseorang umumnya bisa bekerja maksimal selama 8 jam per hari. Saat bekerja bisa diselingi istirahat untuk mengembalikan konsentrasi dan menghilangkan kantuk. Prof Ari mencontohkan dokter yang hanya bisa melakukan operasi selama 4-5 jam per hari sebelum ganti giliran (shift) untuk menjaga fokus dan stamina.

Fungsi istirahat tak bisa diganti doping yang biasanya mengandung kafein dalam minuman berenergi. Doping yang meningkatkan kerja jantung dan tekanan darah hanya bisa menjaga fokus dalam waktu singkat. Doping berisiko mengganggu kesehatan pada petugas yang sebelumnya sakit hipertensi atau gangguan jantung dan pembuluh darah.

(up/up)
Topik Hangat Begadang Jaga TPS