Minggu, 21 Apr 2019 17:30 WIB

Saat Para Pendukung Mulai Lelah dengan Perseteruan Cebong-Kampret

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Foto: Ilustrasi (Luthfy Syahban/detikcom) Foto: Ilustrasi (Luthfy Syahban/detikcom)
Jakarta - Pemilu sudah kelar nih, tapi nyatanya perseteruan antar kelompok pendukung masih saja berlangsung. Pemilu sendiri saja sudah cukup 'panas', cacian dan makian yang dilontarkan oleh masing-masing fanatik jadi makin menambah drama medsos.

Duh udah dong! Kan pilpresnya sudah kelar. Ini juga yang diharapkan oleh Christy Febrina (23), seorang pegawai.

Wanita yang akrab disapa Kikis ini mengaku sudah menyukai Prabowo Subianto sejak mencalonkan diri menjadi wakil presiden bersama Megawati Soekarno Putri. Sosoknya terlihat berwibawa dan menggemaskan bagi Kikis.

"Dia berwibawa dan menggemaskan (honestly) menggemaskan dalam arti kayak terlihat sebenernya dia tuh baik. Antek-antek kurang ajar aja yang berisik jadi bikin citra dia jelek," tutur Kikis.

Awalnya tidak ada masalah apa-apa nih, namun lepas dari pemilu, Kikis pun mulai jengah dengan aksi saling ejek pemilih antar kubu. Ia merasa kesal karena perselisihan seperti tidak ada habisnya.

"Makin kesel gw wkwk, makin jengah liatnya," kata Kikis kepada detikHealth.

Kikis pun menitipkan saran kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk berlaku jujur. Para pendukung pun diharapkan tetap saling menaruh hormat selama KPU bekerja.

"Sarannya tolong KPU cepet dan jujur aja. Udah nggak sabar gw," tambahnya.


Sementara itu, Tamara Avia (23), karyawan swasta, merupakan seorang fans Joko Widodo alias Jokowi. Ia menyukainya sejak Jokowi menjadi walikota Solo dan melihat bahwa kota Solo memang terjaga kebersihan dan kerapiannya. Ia juga kerap mendengar dari saudara-saudaranya di Solo mengenai kinerja Jokowi.

"Kagum sama sosoknya yg ndeso tapi tegas juga. Makin suka pas dia jadi Gubernur DKI karena gue liat ya dia keliatan kerjanya dibanding gubernur-gubernur sebelumnya. Orangnya bergerak dalam diam gitu, ga kayak Ahok kan yang berapi-api dan suka marah hahaha," ujar Tamara.

"Sama ini, keluarganya itu genuine banget, keliatan juga dia emang family man, itu aja sih," sambungnya.

Usai pemilu, sama seperti Kikis, Tamara pun mulai merasa terganggu dengan netizen yang menurutnya terlalu 'baper' dengan pemilu.

"Di mana-mana pemilu tuh ga boleh baper. Mendingan energinya dipake buat ngebacotin kebijakan atau isu lain yg lebih penting."

"Ga usah membela kubu politik terlalu fanatik karena mereka kan membela kepentingannya mereka sendiri bukan kepentingan masyarakat kayak kita. Siapa pun yg kepilih nanti ya harus dihormati sebagai pemimpin yg beortoritas, tetap kritis tapi ga usah maki-maki orang yg ga sejalan dengan pahamnya kita," tandas Tamara.



Ada yang jengah juga dengan komentar negatif di media sosial terkait pemilu? Tuliskan di kolom komentar, ya! (ask/up)