Senin, 22 Apr 2019 07:10 WIB

Waspada, Ini Penyakit-penyakit yang Kerap Menyerang Kaum Hawa (1)

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Selamat Hari Kartini untuk seluruh wanita kuat di Indonesia! Walaupun kuat, wanita juga adalah manusia yang bisa rentan terkena penyakit, yang bisa meningkat seiring dengan perubahan gaya hidup.

Misalnya makan yang tidak teratur, kurang berolahraga, pola tidur yang buruk dan gaya hidup sedenter. Ada beberapa penyakit yang dikenal sering menyerang wanita ketimbang pria, seperti dikutip dari Reader's Digest berikut ini:



1. Osteoarthritis

Ada beberapa penyakit yang menyerang pria dan wanita dengan cara yang berbeda, termasuk osteoarthritis (OA) yang disebabkan robekan atau kelelahan pada sendi. Gina Tran, MD dari PIH Health Family Medicine mengatakan bahwa wanita memiliki risiko mengidap OA tiga kali lebih tinggi daripada pria.

"Struktur tubuh wanita bisa jadi penyebabnya karena mereka memiliki sendi yang lebih fleksibel dan tendon yang elastis daripada pria. Wanita juga cenderung memiliki pinggul yang lebih lebar, yang bisa mempengaruhi kesejajaran lutut dan menyebabkan tekanan di situ," katanya.

Kelenturan sendi tersebut sangat berguna saat hamil dan melahirkan, namun juga membuat wanita berisiko terkilir atau cedera dan pada akhirnya menyebabkan OA. Untuk menguranginya direkomendasikan untuk terus aktif secara fisik dan menjaga berat badan ideal.

2. Penyakit Alzheimer's

Banyak diketahui bahwa wanita menjadi yang paling banyak mengidap penyakit ini. Alzheimer's ditandai dengan kehilangan fungsi kognitif, seperti mengingat, dan risikonya makin meningkat seiring bertambahnya usia.

Wanita cenderung hidup lebih lama ketimbang pria, genetik dan perubahan hormonal dianggap sebagai penyebab utama penyakit ini. Olahraga rutin bisa menjadi salah satu cara mengurangi risikonya, menjaga pikiran dan tubuh tetap aktif, tidur yang cukup dan makan makanan sehat.

3. Depresi

Menurut survei yang dilakukan oleh National Center for Health Statistics baru-baru, wanita disebutkan dua kali lebih mungkin untuk terkena depresi ketimbang pria, dengan perbandingan 10,4 vs 5,5 persen.

"Wanita memiliki asal-usul biologis untuk depresi lebih banyak daripada pria dengan neurokimia yang mudah diubah. Perubahan hormon tiap bulan, pergantian dan penurunan setelah melahirkan, dan sebelum sertta selama menopause semakin menyebabkan terjadinya depresi," kata psikolog Deborah Serani, PsyD, penulis buku Depression in Later Life.

Cara wanita berpikir dan memproses emosi, sekaligus menginternalisasi stres dapat menyebabkan penurunan fungsi otak di area yang bertanggung jawab pada mood, lanjutnya. Jika kamu merasa putus asa, mudah marah, atau kewalahan, segera periksakan ke dokter, karena bisa jadi tanda-tanda depresi.

4. Penyakit jantung

Merupakan penyakit nomor satu yang menyebabkan kematian baik pada pria dan wanita, namun wanita diketahui lebih berisiko meninggal setelah serangan jantung dan memiliki faktor-faktor lain yang bisa membuat kondisinya menjadi lebih serius.

"Pertanyaan soal mengapa wanita lebih banyak meninggal setelah tahun-tahun pertama usai serangan jantung kerap didiskusikan, dan beragam teori telah dipaparkan untuk menjelaskannya. Pemikiran paling umum adalah karena wanita 'lebih sakit' atau memiliki penyakit pendamping seperti diabetes, fibrilasi arteri dan merokok, ketimbang pria di usia yang sama," terang Gerald E. Beckham, MD, dari PIH Health.

Ditambah lagi, wanita sering mengalami gejala atipikal nyeri dada yang memperlambat diagnosis dan memperburuk keadaan. Untuk mengurangi risikonya, Dr Beckham menyarankan 30 menit olahraga tiap lima hari dalam seminggu, diet sehat, dan cek rutin untuk kolesterol, diabetes dan tekanan darah tinggi.


5. Kecemasan

Beberapa studi menyebutkan bahwa wanita dua kali lebih mungkin terserang gangguan kecemasan ketimbang pria. Alasannya adalah hormon yang fluktuatif dapat memicu perasaan cemas, terutama kadar pelepas kortikotropin (CRF) yang rendah, yakni hormon yang mengatur respons stres.

"Karena CRF lebih rendah pada wanita sehingga membuatnya dua kali lebih rentan daripada pria soal gangguan terkait stres," kata Dr Serani.

Salah satu studi menunjukkan bahwa wanita yang memiliki kecemasan tingkat tinggi 59 persen lebih mungkin mengalami serangan jantung dan 31 persen lebih mungkin cepat meninggal karenanya. Gejala-gejala seperti pikiran cemas, menghindari aktivitas harian dan memiliki gejala fisik seperti berdebar-debar atau sesak napas, dialami oleh orang yang mengidap gangguan ini. Segera periksa ke dokter terdekat.

6. PTSD

Seringkali gangguan mental post-traumatic stress disorder (PTSD) diasosiasikan dengan tentara lelaki (trauma saat berperang atau latihan militer), namun wanita justru memiliki tingkat lebih tinggi mengidap kondisi ini.

"Wanita dua kali lebih mungkin mengalami PTSD ketimbang pria karena mereka lebih mudah emosional, terpapar pelecehan seksual dan fisik daripada pihak pria. Mereka juga cenderung menjadi korban trauma di masa kecil daripada anak lelaki," kata Dr Serani.

7. Masalah kencing

Anatomi tubuh wanita menjadi penyebab mengapa mereka sering mengalami infeksi salurang kencing, inkontinensia urin atau 'beser' ketimbang pria. Leslie Gonzalez, MD, dokter obstetri dan ginekologi dari PIH Health mengatakan karena saluran kencing wanita dekat dengan vagina dan rektum di mana banyak bakteri hidup.

"Melahirkan, usia dan obesitas meningkatkan risiko inkotinensia pada wanita. Kehamilan menyebabkan peregangan pada otot pelvis yang sangat krusial sebagai pendukung saluran kencing dan leher uretra, dan bisa berdampak jangka panjang," jelasnya.

Meminum banyak air secara rutin bisa mencegah penyakit-penyakit tersebut. Dan jika perlu, olahraga senam pelvis.

8. Lupus

Lupus merupakan penyakit autoimun yang lebih banyak wanita daripada pria, umumnya bahkan di usia muda. Diperkirakan karena tingginya kadar estrogen, dikombinasikan dengan faktor lingkungan.

Beberapa riset terkait genetik baru-baru ini menyatakan adanya dua kromosom X pada wanita menaikkan risiko terkena penyakit ini. Karena gejalanya pun bermacam-macam dan kadang rancu, lupus bisa sulit didiagnosis.

Gejala-gejala yang perlu kamu perhatikan adalah sebagai berikut: nyeri sendi dan otot, ruam di wajah, kelelahan dan nyeri dada. Segera periksakan ke dokter bila mengalaminya.

(frp/up)
News Feed