Senin, 22 Apr 2019 08:05 WIB

Waspada, Ini Penyakit-penyakit yang Kerap Menyerang Kaum Hawa (2)

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Ilustrasi wanita sakit. Foto: Thinkstock Ilustrasi wanita sakit. Foto: Thinkstock
Jakarta - Perbedaan anatomi tubuh disinyalir menjadi penyebab ada banyak penyakit yang bisa menyerang wanita, dan juga kerentanan wanita akan terkena penyakit dan bisa terlambat terdiagnosis.

Walaupun kini juga cukup banyak wanita yang mulai sadar akan pentingnya mengubah gaya hidup sehat, tetap waspada dan memahami beberapa penyakit ini juga sama pentingnya. Berikut penyakit yang kerap menyerang wanita seperti dikutip dari Reader's Digest:



1. Gangguan makan

Gangguan makan seperti anoreksia, bulimia dan lainnya memang belum diketahui penyebabnya. Namun para ahli meyakini bahwa kemungkinan adanya kombinasi antara biologi dan pengalaman sosial yang lebih berdampak pada wanita ketimbang pria.

Banyak wanita yang meninggal akibat anoreksia karena mereka tak memiliki berat ideal, ketimbang karena masalah kesehatan mental yang serius. Psikolog Deborah Serani, PsyD, mengatakan patokan masyarakat soal citra tubuh cantik pada wanita lah yang membuar mereka rentan pada penyakit ini.

"Para wanita mengenal tubuh kurus dan kecantikan sejak mereka berusia muda," tuturnya.

2. Infeksi menular seksual

Meski infeksi menular seksual (IMS) bisa mengenai keduanya (pria maupun wanita), namun efeknya lebih tidak menguntungkan pada wanita. Hal ini disebabkan oleh perbedaan anatomi tubuh yang membuatnya sulit mendiagnosis dan mengenali gejala infeksi pada wanita.

"Dampaknya, wanita lebih mungkin menderita masalah kesehatan dalam jangka panjang, seperti misalnya penyakit inflamasi pelvis dan ketidaksuburan dari penyakit seperti klamidia atau gonorrhea," kata Dr Harvey Kaufman dari Quest Diagnostics.

IMS disebabkan oleh seks yang tidak bersih dan tidak aman (misalnya tidak mengenakan kondom). Herpes and sifilis juga bisa berbahaya bagi wanita dan bayinya selama kehamilan dan human papillomavirus (HPV) bisa menyebabkan kanker. Dr Kaufman menyarankan vaksinasi HPV, rutin skrining dan mengenakan kondom saat berhubungan seks untuk mencegahnya.

3. Sindrom kelelahan kronis

Sindrom kelelahan kronis atau myalgic encephalomyelitis (ME) memiliki gejala yang mirip penyakit autoimun namun tidak termasuk di dalamnya. Ditandai dengan kelelahan ekstrem, wanita dua hingga empat kali lebih berisiko ketimbang pria.

Sayangnya, penyebabnya masih belum diketahui, diagnosisnya juga cukup sulit dan belum ada penanganan tertentu. Namun sebuah studi dari Fakultas Kedokteran Stanford University menemukan bahwa protein bernama sitokan dapat meningkatkan inflamasi dan memicu penyakit tersebut.


4. Stroke

Risiko stroke pada wanita meningkat jika mereka mengonsumsi pil KB oral, terapi penggantian hormon dengan dosis tinggi estrogen dan juga pada wanita hamil serta ibu baru. Diana Greene-Chandos MD, FNCS dari Ohio State University Wexner Medical Center mengatakan kadar hormon tinggi diketahui memiliki efek pro-koagulan atau penggumpalan darah.

Pada wanita hamil dapat menimbulkan komplikasi seperti preeklamsia yang juga bisa berakibat jangka panjang menjadi stroke. Ditambah lagi, wanita juga rentan akan faktor risiko stroke lainnya seperti kondisi autoimun, migrain dan depresi. Gaya hidup sehat, tidak merokok dan rutin mengecek tekanan darah bisa membantu menurunkan risikonya.

5. Penyakit tiroid

Menurut American Thyroid Association, lima hingga delapan kali wanita lebih mungkin mengalami masalah tiroid ketimbang pria, dan satu di antara delapan wanita akan mengalaminya di dalam hidupnya.

Masalah tiroid seperti hipotiroidisme (saat kelenjar tiroid tidak memproduksi cukup hormon untuk mengatur metabolisme) dan juga hipertiroidisme (produksi hormon berlebihan).

6. Multiple sclerosis

Pada artikel sebelumnya, wanita disebut rentan terserang lupus, dan ada satu lagi penyakit autoimun yang rentan menyerang yakni multiple sclerosis (MS). Penyakit ini membuat tubuh melawan saraf di otak dan tulang belakang, menyebabkan rasa nyeri, mati rasa dan lumpuh.

Menurut para peneliti di Johns Hopkins, sejumlah besar lemak di dalam tubuh wanita kemungkinan besar berperan menyebabkan peradangan lebih, yang terkait dengan penyakit tersebut. Faktor hormonal dan perbedaan struktur otak juga bisa berkontribusi.

7. Penyakit Celiac

Penyakit Celiac atau intoleransi pada gluten merupakan satu lagi penyakit autoimun yang lebih sering diidap wanita. Dalam penyakit ini, kekebalan tubuh menyerang sistem pencernaan, ditandai dengan diare, kembung, gas, dan rasa mulas atau heartburn.

Lebih dari separuh pengidapnya adalah wanita. Gejalanya juga mirip dengan sindrom iritasi usus atau IBS. Memakan makanan bebas gluten bisa meredakan gejalanya.

(frp/up)