Selasa, 23 Apr 2019 11:17 WIB

RSUD Bali Mandara Akan Buka Pusat Kanker, Jadi Rujukan Indonesia Timur

Aisyah Kamaliah - detikHealth
RSUD Bali Mandara (Foto: Aisyah/detikHealth) RSUD Bali Mandara (Foto: Aisyah/detikHealth)
Denpasar - Jumlah pasien kanker di Bali termasuk cukup banyak, akan tetapi pelayanan untuk kanker masih perlu mengalami peningkatan. Hal ini membuat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bali Mandara merencanakan pembangunan layanan kanker.

"Kenapa kanker? Dari hasil survei, prevelansi 2,3 persen di Indonesia termasuk juga di Bali. Angka kanker tertinggi adalah payudara, serviks, paru dan seterusnya. Kalau kita lihat jumlah kasus, misalnya radiasi, hanya terfokus di Sanglah sehingga antreannya panjang. Satu tahun baru bisa radiasinya. Sehingga stadiumnya tambah, antrenya baru ketemu. Belum lagi kalau alatnya rusak," jelas jelas dr Ketut Suarjaya, MPPM, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Selasa (23/4/2019).



Di sela acara kunjungan tematik Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), dr Suarjaya menjelaskan ada banyak sekali kendala teknik yang perlu diperhatikan untuk membuka layanan kanker. Misalnya tempat yang harus terjamin keamanannya.

"Bunkernya juga harus dengan ketebalan tertentu. Kami berharap dengan layanan kanker tentu pasien kanker tidak hanya pengobatan tetapi juga deteksi dini, jadi secara awal kita bisa melakukan penanganannya lebih cepat. Iva test atau mamografi juga dilakukan di lapangan," lanjutnya.

Rencananya, layanan kanker di RSUD Bali Mandara akan dibuka pada tahun depan. Hingga saat ini, rapat pertemuan untuk memastikan kondisi alat dan gedung masih terus dilakukan. Namun diharapkan, pada tahun 2025 pusat layanan kanker ini sudah bisa menjadi pusat rujukan kanker bagi pasien Indonesia Timur.




Tonton juga video Satu Tahun Kemoterapi, Denada Blak-blakan soal Kondisi Anaknya:

[Gambas:Video 20detik]


RSUD Bali Mandara Akan Buka Pusat Kanker, Jadi Rujukan Indonesia Timur
(ask/up)