Rabu, 24 Apr 2019 11:35 WIB

Perusahaan di Jepang Takkan Lagi Rekrut Calon Pegawai yang Merokok

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Jepang setop rekrut calon pegawai yang merokok. Foto: Shutterstock Jepang setop rekrut calon pegawai yang merokok. Foto: Shutterstock
Jakarta - Merokok menjadi salah satu penyebab dari berbagai penyakit di dunia. Beberapa negara telah melakukan banyak cara untuk menurunkan jumlah perokok di negaranya, namun tidak ada yang lebih baik dari Jepang.

Jepang menargetkan negaranya menjadi lingkungan yang bebas rokok, bersih dan modern dalam rangka perhelatan Tokyo Olympics di tahun 2020 nanti. Dikutip dari Daily Mail, firma Softbank di Jepang akan melarang para pekerjanya untuk merokok di jam kerja terlepas mereka berada di lingkungan kantor ataupun tidak.

Kebijakan ini akan diimplementasikan pada hari Jumat terakhir tiap bulannya, dan setelah bulan Oktober nanti, hari Rabu juga akan termasuk hari bebas merokok. Sementara, Softbank belum akan memberi pinalti pada yang melanggar, namun peringatan keras tetap akan diberikan.


Sementara perusahaan Jepang lainnya mengungkapkan bahwa mereka hanya akan menerima non-perokok untuk jabatan baru dan kandidat yang berpotensi akan diminta untuk mengaku apakah mereka merokok atau tidak.

Peraturan-peraturan ini bertujuan untuk membantu pemerintah menurunkan jumlah perokok dari 17,7 persen hingga 12 persen pada tahun 2020 nanti.

Tak hanya perusahaan, Universitas Nagasaki juga baru-baru ini mengumumkan mereka tidak akan memperkerjakan profesor atau dosen yang merokok. Pengecualian bisa dilakukan apabila mereka berjanji untuk berhenti merokok setelah diterima kerja.

"Tugas kami sebagai universitas adalah untuk memelihara sumber daya manusia, dan kami merasa wajib untuk mencegah orang merokok karena beberapa perusahaan sudah mulai tidak merekrut perokok," pungkas Shigeru Kono, presiden dari universitas tersebut.

(frp/up)