Jumat, 26 Apr 2019 11:35 WIB

Berbicara dengan Hewan dan Perilaku Antropomorfisme

Firdaus Anwar - detikHealth
Prabowo dan hewan peliharaannya. (Foto: Instagram Rizky Imansyah) Prabowo dan hewan peliharaannya. (Foto: Instagram Rizky Imansyah)
Jakarta - Asisten pribadi capres Prabowo Subianto, Rizky Imansyah, lewat Instagram bercerita sisi lain dari Prabowo yang disebut dekat dengan hewan. Rizky menceritakan Prabowo biasa 'berkomunikasi' dengan hewan mulai dari kuda, kucing, hingga semut.

Menanggapi hal tersebut banyak netizen memberikan komentarnya, ada yang keheranan ada juga yang takjub. Namun tahukah kamu kalau perilaku seperti ini menurut ahli sebetulnya wajar dan mungkin kita sendiri melakukannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ahli perilaku Profesor Nicholas Epley dari University of Chicago mengatakan kebiasaan seseorang seolah berbicara dengan hewan peliharaan atau tumbuhan adalah sesuatu yang normal. Alasannya karena manusia memang memiliki kemampuan untuk mengkarakteristikkan objek mengenalinya sebagai manusia lain (antropomorfisme).


Kemampuan tersebut menurut Prof Nicholas hanya dimiliki oleh manusia sebagai spesies karena tingkat intelegensi yang tinggi. Oleh sebab itu meski belum dibuktikan Prof Nicholas memprediksi individu dengan kepintaran sosial tinggi akan lebih sering melakukan antropomorfisme.

"Dalam sejarah antropomorfisme sering dianggap sebagai tanda kekanak-kanakan atau kebodohan, tapi ini sebetulnya adalah hasil alami dari apa yang membuat manusia begitu pintar. Tidak ada spesies lain yang punya kemampuan ini," ungkap Prof Nicholas seperti dikutip dari Quartz.

Mengapa manusia melakukan antropomorfisme? Jawabannya bisa karena kita adalah mahluk sosial dan secara insting akan mencari cara untuk berinteraksi. Bila tidak ada orang lain di sekitar maka antropomorfisme jadi salah satu solusinya.


Berbicara dengan Hewan dan Perilaku Antropomorfisme
(fds/up)