Sabtu, 27 Apr 2019 17:30 WIB

Sakit Kepala Terus Menerus? Waspadai Kemungkinan Infeksi dan Tumor Otak

Rosmha Widiyani - detikHealth
Miing Sumaker mengaku sakit kepala terus-menerus. Foto: Muhammad Iqbal Miing Sumaker mengaku sakit kepala terus-menerus. Foto: Muhammad Iqbal
Jakarta - Acep Sumekar atau Miing Sumaker mengaku sakit kepala hingga harus minum obat sakit kepala tiap 1-2 jam. Selama 29 tahun, ia mengonsumsi 12 tablet obat sakit kepala setiap hari.

Seolah 'kecanduan' atau ketergantungan, Miing mengaku sakit kepalanya kambuh bila sehari saja tidak minum obat sakit kepala sebanyak itu. Ahli saraf dari RS Pusat Otak Nasional (RS PON), dr Indah Aprianti Putri, SpS mengingatkan kemungkinan penyebab lain.

Menurut dr Indah, sakit kepala secara umum dibedakan menjadi dua yakni sakit kepala sederhana (primary type headache) dan sakit kepala berbahaya (secondary type headache). Sakit kepala jenis kedua ini menandakan adanya suatu proses penyakit di sekitar otak.

"Sakit kepala berbahaya yang dirasakan perlahan dapat terjadi pada proses peningkatan volume otak yang perlahan dalam beberapa minggu hingga bulan, oleh sebab tumor otak atau infeksi otak," jelas dr Indah kepada detikHealth, Sabtu (27/4/2019).



Sakit kepala yang sederhana umumnya bisa hilang hanya dengan tidur atau minum obat. Namun apabila tidak hilang, maka perlu diwaspadai kemungkinan tipe sakit kepala yang berbahaya.

Lalu kapan harus memeriksakan diri ke dokter?

"Minum obat sakit kepala tentu hanya diperuntukkan dalam waktu 3 hari. Dan jika sakit kepala masih dirasakan, maka memeriksakan diri ke dokter saraf menjadi penting untuk dilakukan," terang dr Indah.

Berlebihan mengonsumsi obat sakit kepala seperti dilakukan Miing berisiko mengganggu fungsi hati. Bahaya lainnya adalah jika penyebab sakit kepala yang sesungguhnya tidak terdeteksi dan akhirnya malah memburuk pada suatu ketika nanti.

(up/up)
News Feed
Breaking News
×
Sidang Sengketa Pilpres 2019
Sidang Sengketa Pilpres 2019 Selengkapnya