Selasa, 30 Apr 2019 13:55 WIB

Presiden Brasil Sebut 1.000 Pria Harus Amputasi Mr P Karena Tak Higienis

Firdaus Anwar - detikHealth
Jair menyebut kalau kebiasaan jorok membuat banyak pria di Brasil harus amputasi penis. (Foto: REUTERS/Ueslei Marcelino/File Photo) Jair menyebut kalau kebiasaan jorok membuat banyak pria di Brasil harus amputasi penis. (Foto: REUTERS/Ueslei Marcelino/File Photo)
Jakarta - Presiden Brasil Jair Bolsonaro pada Kamis (25/4) menyebut lebih dari 1.000 warganya tiap tahun harus menjalani amputasi penis. Menurut Jair hal ini disebabkan karena masalah kebiasaan yang kurang higienis.

Berbicara kepada reporter setelah berkunjung ke Kementerian Pendidikan, sang mantan tentara ini mengaku tingginya angka amputasi penis di Brasil 'konyol' dan 'menyedihkan'. Pemerintah perlu bekerja keras untuk menyadarkan risiko perilaku jorok kepada populasi pria rentan.


"Di Brasil, kami ada 1.000 kasus amputasi penis akibat kurangnya air bersih dan sabun," kata Jair seperti dikutip dari Reuters, Selasa (30/4).

Kami perlu mencari solusi untuk keluar dari masalah ini," lanjutnya.

Jair tidak menjelaskan dari mana sumber angka kasus amputasi penis tersebut. Namun seorang juru bicara untuk perhimpunan urolog setempat menyebut kalau angka berdasarkan data laporan resmi pria yang menjalani amputasi penis.

Sang juru bicara mengatakan kalau angka amputasi penis tinggi akibat berbagai sebab mulai dari masalah infeksi yang sulit diobati, kanker, hingga komplikasi human immunodeficiency virus (HIV).

Presiden Brasil Sebut 1.000 Pria Harus Amputasi Mr P Karena Tak Higienis
(fds/up)