Selasa, 30 Apr 2019 15:52 WIB

Round Up

Fenomena Pria 'Kecanduan' Obat Sakit Kepala di Mata Para Ahli

Firdaus Anwar - detikHealth
Miing menyamakan kebiasaan mengonsumsi obatnya seperti makan nasi. (Foto: Muhammad Iqbal/detikHealth) Miing menyamakan kebiasaan mengonsumsi obatnya seperti makan nasi. (Foto: Muhammad Iqbal/detikHealth)
Jakarta - Acep Sumekar (55) alias Miing Sumaker asal Cilegon, Banten, punya kebiasaan unik yaitu biasa mengonsumsi obat sakit kepala. Dalam sehari ia bisa menelan sampai 12 butir obat dan hal ini sudah dilakukannya selama 29 tahun.

Miing mengaku obat dengan kandungan aktif parasetamol tersebut sudah menjadi candu baginya. Bila sehari saja tidak minum obat maka pikirannya tidak bisa berkompromi untuk melakukan hal-hal produktif.


"Tidak ada efek samping bahkan satu jam sekali saya sering minum," kata Miing beberapa waktu lalu.

Terkait hal tersebut peneliti dari Institute of Mental Health Addiction and Neuroscience (IMAN) dr Hari Nugroho, MSc, meragukan obat sakit kepala yang dijual bebas dapat menimbulkan kecanduan. Menurutnya bisa jadi ada kondisi lain tidak terdiagnosis dan konsumsi obat membuat Miing merasa lebih baik.

"Yang perlu diwaspadai adalah pseudo-addiction yang tampak seperti adiksi atau ketergantungan padahal bukan," kata dr Hari kepada detikHealth.

"Pasien bisa jadi tengah mengalami gangguan yang bisa bersifat fisik dan psikis. Konsumsi obat anti nyeri mungkin dirasakan bisa mengatasi gangguan tersebut," lanjutnya.

Obat sakit kepala menurut ahli saraf dr Indah Aprianti Putri, SpS, dari Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (PON) normalnya hanya dikonsumsi selama tiga hari. Bila sakit tetap tidak juga dapat diatasi maka kemungkinan itu tanda masalah kesehatan lebih serius seperti tumor atau infeksi.

"Jika sakit kepala masih dirasakan maka memeriksakan diri ke dokter saraf menjadi penting untuk dilakukan. Obat sakit kepala biasanya hanya untuk gangguan ringan," kata dr Indah.


Kasus Miing jadi bahan pembicaraan terutama di media sosial. Beberapa netizen penasaran mengapa tubuh Miing bisa bertahan mengonsumsi obat sakit kepala dalam dosis berlebih tanpa mengalami efek samping.

Konsultan gastroenterologi hepatologi Dr dr Rino Alvani Gani, SpPD-KGEH, memberikan penjelasan bahwa memang pengobatan yang berlebih dapat membebani fungsi hati hingga menimbulkan kerusakan. Namun kapan terjadi kerusakan hati tersebut berbeda-beda pada tiap orang berkisar 25-30 tahun tergantung dari ketahanan tubuh.

Dari penurunan fungsi hingga terjadi kerusakan hati umumnya gejala tidak terasa hingga tahap lebih lanjut. Gejala yang timbul juga menjadi lebih parah misal muntah darah dan terjadi penurunan kesadaran.

(fds/up)
News Feed
Breaking News
×
Sidang Sengketa Pilpres 2019
Sidang Sengketa Pilpres 2019 Selengkapnya