Kamis, 02 Mei 2019 07:38 WIB

Iker Casillas Terkena Serangan Jantung, Kenali Faktor Risikonya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Eks kiper Real Madrid Iker Casillas mengalami serangan jantung dalam sebuah sesi latihan (Foto: Pedro Nunes/Reuters) Eks kiper Real Madrid Iker Casillas mengalami serangan jantung dalam sebuah sesi latihan (Foto: Pedro Nunes/Reuters)
Jakarta - Eks kiper Real Madrid, Iker Casillas harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami serangan jantung saat mengikuti sesi latihan pada Rabu (1/5). Mengejutkan karena usianya baru 37 tahun dan sebagai atlet profesional tentu sangat bugar.

"Casillas menderita infark miokardium (serangan jantung) akut selama sesi pelatihan Rabu pagi yang diadakan di pusat pelatihan Porto Gaia di Olival," tulis pernyataan klub yang dikutip dari BBC.

Serangan jantung yang dialami oleh Casillas bisa menyerang siapa saja. Tidak menutup kemungkinan yang berusia muda pun bisa terserang salah satu penyakit mematikan ini.

Gaya hidup tidak sehat dan beberapa hal lain seperti obesitas, hipertensi dan kebiasaan merokok merupakan faktor risiko atau pemicu utama dari serangan jantung.

Selain itu, detikHealth merangkum beragam faktor risiko dan pemicu serangan jantung lainnya. Berikut di antaranya:



1. Sumbatan koroner STEMI akibat merokok

Salah satu gangguan jantung yang wajib diwaspadai adalah ST segment Elevation Myocardial Infarction (STEMI). Hal yang menjadi pemicunya ialah rokok, asap, dan produk turunannya yang terbukti menanggung banyak racun.

"Faktor risiko STEMI adalah rokok, hipertensi, dan diabetes. Penyakit ini bisa dicegah asal bisa mengendalikan faktor risikonya. Selain itu segera konsultasi ke dokter jika merasakan gejala gangguan jantung, misal nyeri dada," kata dokter spesialis bedah thorax kardiovaskuler dr Maizul Anwar Sp BTKV (K) pada detikHealth.

2. Depresi

Sebuah penelitian di University of Cambridge membuktikan bahwa penyakit jantung dan depresi sama-sama memicu pelepasan senyawa radang di dalam darah. Radang atau inflamasi berhubungan dengan kadar kolesterol jahat yang lebih tinggi, yang juga merupakan faktor risiko penyakit jantung.

3. Duduk terlalu lama

Gaya hidup sedentari menjadi kebiasaan yang memberikan dampak sangat buruk pada kesehatan. Risiko penyakit jantung dengan kebiasaan duduk terlalu lama. Duduk selama lebih dari 10 jam bisa meningkatkan risiko penyakit hingga 8 persen. Selain itu, duduk terlalu lama juga meningkatkan risiko kanker.

Sebagai atlet profesional, sebenarnya fisik Casillas tentu sangat bugar.Sebagai atlet profesional, sebenarnya fisik Casillas tentu sangat bugar. Foto: Murad Sezer/Reuters




4. Suara bising

Risiko serangan jantung pada responden muncul karena paparan suara bising dari kendaraan bermotor, kereta api ataupun pesawat terbang yang mereka dapatkan hampir setiap hari. Tinggal di dekat jalan raya membuat tubuh berada dalam keadaan tertekan.

"Ketika terpapar, tubuh mengaktifkan sistem saraf simpatetik yang membuatnya terjaga terus-menerus, yang bila dipaksakan dari waktu ke waktu akan merusak sistem kardiovaskular," terang Dr Andreas Seidler seperti dilaporkan Telegraph.

5. Bekerja terlalu lama

Penelitian menunjukkan orang yang bekerja lebih dari 55 jam dalam seminggu memiliki 40 persen risiko lebih tinggi mengalami atrial fibrillation dibanding orang-orang yang bekerja kurang dari itu. Atrial fibrillation adalah istilah dari detak jantung tak teratur yang dikaitkan dengan risiko stroke dan serangan jantung.



Tonton juga video Menepuk Lengan Kiri Dapat Atasi Jantung, Hoax atau Tidak?:

[Gambas:Video 20detik]



Iker Casillas Terkena Serangan Jantung, Kenali Faktor Risikonya
(kna/up)
News Feed