Jumat, 03 Mei 2019 14:42 WIB

RS Tak Layani BPJS karena Tunggu Akreditasi, Berapa Lama Prosesnya?

Rosmha Widiyani - detikHealth
Layanan BPJS Kesehatan di RSUD Mampang Jakarta Selatan (Foto: Firdaus/detikHealth) Layanan BPJS Kesehatan di RSUD Mampang Jakarta Selatan (Foto: Firdaus/detikHealth)
Topik Hangat Putus Kontrak RS-BPJS
Jakarta - Sekurangnya 271 rumah sakit belum membereskan akreditasi, sehingga kerja sama dengan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan diputus sementara. Sebagian di antaranya tengah menunggu proses akreditasi.

"Rata-rata perlu waktu 1 bulan mulai dari permohonan hingga keluar jadwal survei akreditasi. Bila semua syarat dipenuhi hasilnya bisa segera keluar, namun jika ada pelanggaran bisa sampai 2 bulan," kata Ketua Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS), dr Sutoto kepada detikHealth, Jumat (3/5/2019).



Menurut Sutoto, pihaknya tidak bisa langsung melakukan survei menanggapi permohonan yang masuk. KARS harus yakin terlebih dulu dengan rumah sakit tersebut, bahkan hingga 1 minggu sebelum survei dengan kembali memeriksa seluruh kelengkapan syarat akreditasi.

KARS sebelumnya juga memberi tahu rumah sakit jika hendak melakukan survei. Jeda waktu 1 bulan digunakan rumah sakit untuk menyiapkan seluruh sarana dan sumber daya manusia (SDM) yang diperlukan dalam akreditasi. Semua pihak harus siap sebelum kedatangan surveyor dari KARS untuk menilai kepatuhan rumah sakit dalam memenuhi standar pelayanan dan aturan terkait rumah sakit.



Sutoto mencontohkan, untuk kegiatan survei bulan Juni 2019 maka surat permohonan harus masuk pada Mei 2019. Sutoto mengatakan, hingga saat ini hampir 99 persen kegiatan survei berlangsung sesuai permohonan rumah sakit. Hal ini juga terkait dengan pembiayaan selama akreditasi yang ditanggung rumah sakit.

Sebelumnya, Sekretaris Jendral Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Ichsan Hanafi mengaku kaget beberapa rumah sakit putus kontrak dengan BPJS Kesehatan. Menurutnya, rumah sakit sudah bersiap mengikuti prosedur.

"Sempat minta supaya yang pernah punya akreditasi supaya diutamakan hingga 30 Juni, karena batasnya itu. Kaget juga kok ada putus kontrak lagi," jelas Ichsan.

(up/up)
Topik Hangat Putus Kontrak RS-BPJS