Senin, 06 Mei 2019 15:27 WIB

5 Infeksi yang Sempat Dikaitkan dengan 'Penyakit Misterius' di Jeneponto

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Puluhan warga Jeneponto Sulawesi Selatan terserang penyakit misterius dengan keluhan demam dan nyeri sendi (Foto: iStock) Puluhan warga Jeneponto Sulawesi Selatan terserang penyakit misterius dengan keluhan demam dan nyeri sendi (Foto: iStock)
Jakarta - Puluhan warga di Jeneponto, Sulawesi Selatan, mengidap 'penyakit misterius', 3 di antaranya bahkan meninggal dunia. Para petugas medis dibuat bingung karena sampai saat ini penyakitnya belum teridentifikasi.

Meski telah diobati, kondisi penyakit pada sebagian warga bertambah parah. Kasus ini disebut mulai terjadi sejak pertengahan Maret lalu.

"Beberapa hari kemudian kita dari Dinkes melakukan pemeriksaan. Ditengarai malaria tapi hasil pemeriksaan negatif. Juga dari mikroskopik itu juga negatif. DBD juga bukan, ini misterius sekali," ujar Kabid P2 Dinas Kesehatan Jeneponto, Susanti Andi Mansyur kepada detikcom.

Selain itu, warga juga mengeluhkan gejala seperti demam, sakit perut dan nyeri sendi. Berikut berbagai penyakit yang dikaitkan dengan 'penyakit misterius' di Jeneponto:



1. Zika

Salah satu penyakit yang dicurigai menyerang warga adalah Zika. Penyakit ini disebabkan oleh nyamuk Aedes aigypti dengan gejala seperti demam, ruam, sakit kepala, nyeri otot, lemas dan mata merah yang muncul dalam waktu 3-12 hari setelah digigit nyamuk penular.

Meski gejalanya ringan, Zika dapat memyebabkan mikrosefali pada bayi karena otak tidak berkembang dengan sempurna. Dalam pemeriksaan lab, diketahui bahwa dugaan mengenai penyebaran Zika menunjukkan hasil negatif.



2. Chikungunya atau flu tulang

Chikungunya sering disebut sebagai flu tulang karena membuat pengidapnya sulit berjalan karena adanya nyeri di sendi seperti siku dan lutut. Penyakit ini mirip seperti demam berdarah sebab pembawa virus atau vektor penularannya adalah nyamuk.

Gejala yang timbul adalah demam tinggi yang berlangsung selama 3-5 hari disertai dengan nyeri hebat di area persendian.



3. Leptospirosis

Berbeda dari kedua penyakit sebelumnya, leptospirosis disebabkan oleh bakteri leptospira yang tersebar seringkali lewat air kencing dan kotoran tikus. Biasanya, penyakit ini akan muncul ketika musibah banjir terjadi. Tikus-tikus akan hidup 'bareng' dan berkeliaran di sekitar manusia sehingga kotorannya bercampur dengan air banjir.

Gejala-gejala leptospirosis ini awalnya menyerupai gejala flu, yaitu demam tinggi, sakit kepala, menggigil, nyeri. Pada tahap lebih lanjut, muncul gejala berupa muntah, sakit kuning, nyeri perut, diare dan ruam. Jika tidak mendapat pengobatan, infeksi ini dapat menyebabkan kerusakan ginjal, hati, meningitis, bahkan kematian.



4. Demam berdarah dengue

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang disbabkan oleh virus dengue oleh nyamuk Aedes aigepty. DBD memiliki beberapa klasifikasi yang memiliki gejala berbeda satu sama lainnya.

Demam berdarah ringan menyebabkan demam yang tinggi, ruam, nyeri otot, dan sendi. Demam berdarah yang parah, atau juga dikenal sebagai dengue hemorrhagic fever, dapat menyebabkan pendarahan serius, penurunan tekanan darah yang tiba-tiba, dan dapat berujung pada kematian.



5. Malaria

Malaria juga merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh nyamuk Anopheles sp. Bila nyamuk Anopheles menggigit orang yang sakit malaria, maka parasit akan ikut terhisap bersama darah penderita.

Gejala penyakit malaria yang khas yakni menggigil berkeringat karena demam, gejala lainnya sakit kepala atau muntah serta diare dan nyeri otot.

Jika mengalami kondisi yang parah, seseorang yang terserang penyakit ini akan mengalami kejang-kejang, kehilangan kesadaran, timbul warna kuning pada mata, panas tinggi, air seni bewarna teh tua, napas menjadi cepat, dan muntah terus-menerus.


5 Infeksi yang Sempat Dikaitkan dengan 'Penyakit Misterius' di Jeneponto
(kna/up)