Selasa, 07 Mei 2019 16:50 WIB

Jerman Rencanakan Denda Rp 40 Juta Untuk Penolak Vaksinasi Campak

Firdaus Anwar - detikHealth
Jerman berencana terapkan denda bagi yang tidak mau divaksin (Foto: iStock) Jerman berencana terapkan denda bagi yang tidak mau divaksin (Foto: iStock)
Jakarta - Semakin maraknya gerakan penolakan vaksin membuat beberapa pemerintah di berbagai belahan dunia bereaksi dengan menerapkan aturan ketat. Jerman misalnya berencana untuk memasang denda tinggi bagi orang tua yang menolak memberi vaksin campak untuk anak.

Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn menyebut dalam rancangan undang-undang orang tua yang menolak vaksin campak bisa didenda sampai sekitar Rp 40 juta. Keputusan ini diambil menyusul laporan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Eropa (ECDC) yang menyebut Jerman sebagai salah satu negara dengan kasus campak tinggi sepanjang 2018-2019.



"Saya ingin mengeradikasi campak... Semua anak yang menghadiri taman kanak-kanak atau sekolah wajib sudah mendapat vaksin campak," kata Jens seperti dikutip dari CNN, Selasa (7/5/2019).

Beberapa ahli percaya maraknya penolakan vaksin saat ini terjadi karena peredaran informasi keliru di internet khususnya media sosial. Karena informasi tersebut orang tua bisa jadi ketakutan dan memilih untuk tidak memvaksinasi anaknya.

Padahal campak sendiri bukan penyakit yang bisa dianggap remeh. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat campak membunuh 100 ribu orang setiap tahun karena komplikasi berbahaya dari campak seperti diare, infeksi saluran napas, hingga pembengkakan otak.

Jerman sendiri sejak Maret 2018 hingga Februari 2019 sudah mencatat sekitar 651 kasus campak. Sementara itu Italia disebut jadi negara paling parah di Eropa dengan angka campak pada periode yang sama mencapai 2.495 kasus.

(fds/up)
News Feed