Jumat, 10 Mei 2019 17:30 WIB

Deretan Racun yang Disebut dalam Hoax 'Petugas KPPS Tewas Diracun'

Firdaus Anwar - detikHealth
Banyak petugas KPPS yang meninggal dunia dan jatuh sakit pada pemilu 2019. (Foto ilustrasi: Eko Sudjarwo)
Jakarta - Pelaksanaan pemilu 2019 diwarnai nuansa kelabu karena ada banyak petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal dunia dan jatuh sakit. Laporan terakhir pada Sabtu (4/5) menyebut ada 440 petugas KPPS meninggal dunia dan sekitar 3.788 lainnya sakit.

Hal tersebut memicu spekulasi di tengah masyarakat. Di media sosial beredar kabar yang menduga-duga penyebab tragedi meninggalnya petugas KPPS karena sengaja diracun. Keluarga salah satu petugas KPPS yang meninggal menyebutnya hoax dan melaporkan penyebar kabar bohong itu ke polisi.


Nama beberapa racun pun sempat disebut-sebut dalam hoax 'anggota KPPS tewas diracun':

Deretan Racun yang Disebut dalam Hoax 'Petugas KPPS Tewas Diracun'Foto: Tangkapan layar Twitter


1. Racun VX

Nama racun VX sempat melambung beberapa waktu lalu karena diduga digunakan pada kasus eks mata-mata Rusia dan pembunuhan saudara tiri Kim Jong-il, Kim Jong-nam.

Dikutip dari Inverse, VX adalah singkatan dari venomous agent X merupakan nerve agent alias racun yang bekerja cepat merusak sistem saraf. Cairan mirip oli motor bening (dalam suhu ruangan) ini dapat menyebabkan kelumpuhan dan berujung kematian karena kesulitan bernapas.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebut VX sebagai 'racun paling mematikan dari semua nerve agent'. Hal ini disebabkan VX langsung membunuh seketika, bahkan jika hanya terpapar dalam jumlah sedikit, misal dengan menghirup sekitar 25-30 miligram atau kontak dengan kulit sejumlah 10 miligram.


Deretan Racun yang Disebut dalam Hoax 'Petugas KPPS Tewas Diracun'Foto: Tangkapan layar Facebook

2. Arsenik


Ada juga netizen yang berspekulasi petugas KPPS diracun arsenik. Zat yang bisa ditemukan di alam ini dapat menyebabkan karacunan bila seseorang terpapar dalam dosis besar.

Dikutip dari Live Science gejala keracunan arsenik akut dapat terjadi dalam dua bentuk. Pertama mengakibatkan kelumpuhan parah yang dapat terjadi dalam waktu 1-2 jam dan biasanya sering ditandai dengan tanda-tanda mengigau atau kegilaan. Sedangkan yang kedua dalam gangguan pencernaan seperti mual, sakit kepala, nyeri hebat, muntah dan diare.

Zat arsenik dapat mematikan dengan cara merusak sistem pencernaan orang tersebut sehingga menyebabkan kematian karena shock.

Deretan Racun yang Disebut dalam Hoax 'Petugas KPPS Tewas Diracun'Foto: Tangkapan layar Facebook


3. Sianida

Racun sianida juga sempat populer ketika seorang wanita bernama Jessica Kumala Wongso menggunakannya untuk membunuh Wayan Mirna Salihin di kafe tahun 2016 lalu.

Apoteker Keri Lestari menjelaskan kalau sianida adalah racun yang bekerja cepat dan mematikan. Akibat racun sianida tergantung pada jumlah paparan dan cara masuknya ke dalam tubuh, dapat melalui pernapasan atau pencernaan.

Paparan dalam jumlah kecil mengakibatkan napas cepat, gelisah, pusing, lemah, sakit kepala, mual dan muntah serta detak jantung meningkat. Paparan dalam jumlah besar menyebabkan kejang, tekanan darah rendah, detak jantung melambat, kehilangan kesadaran, gangguan paru serta gagal napas hingga korban meninggal.


Menkes Ungkap Penyebab Kematian Ratusan Petugas KPPS:

[Gambas:Video 20detik]


Deretan Racun yang Disebut dalam Hoax 'Petugas KPPS Tewas Diracun'



(fds/up)