Minggu, 19 Mei 2019 14:49 WIB

Kena Timpuk Bola, Wanita Ini Alami Sakit Kepala Selama 8 Tahun

Rosmha Widiyani - detikHealth
Ilustrasi pusing yang diderita seorang wanita. Foto: (Thinkstock) Ilustrasi pusing yang diderita seorang wanita. Foto: (Thinkstock)
Jakarta - Ashley Rogers yang berusia 23 tahun mengaku pusing terus menerus selama 8 tahun sejak 2011. Rogers yang merupakan atlet bola voli awalnya baik-baik saja hingga tiba-tiba kena timpuk bola softball di sekolahnya saat hendak latihan.

Menurut Rogers, pusing tersebut sebetulnya reda namun tak kunjung hilang hingga hari ini. Dalam skala 1-10, Rogers menempatkan rasa pusingnya di poin 7. Namun dalam waktu tertentu bisa mencapai 10 misal saat datang bulan, kurang tidur, mendengar suara keras, dan terkena sinar yang sangat terang.

"Saya sempat pusing sebelumnya namun sudah reda. Namun pusing ini kembali dan terasa makin parah setelah saya kena timpuk bola softball. Sejak saat itu saya belum mengalami hari tanpa sakit kepala. Saya sudah bolak-balik rumah sakit yang awalnya memang tidak terlalu mengganggu," kata Rogers dikutip dari Daily Mail.



Rogers mengatakan, awalnya dia nekat ke sekolah yang ternyata meningkatkan rasa sakit yang diderita. Rogers sempat menangis hingga akhirnya dibawa ke rumah sakit untuk menjalankan prosedur medis dan mendapat pengobatan.

Hingga saat ini Rogers tak yakin kondisi yang dialaminya. Rogers hanya tahu dirinya mengalami migraine tak bisa sembuh yang jika kambuh bisa bertahan hingga 72 jam. Rogers sempat didiagnosa mengalami penyakit coeliac, postural orthostatic tachycardia syndrome (POTS), dysmenorrhea, fibromyalgia, dan lupus. Hingga kini belum diketahui bagaimana penyakit tersebut saling terkait dan mengakibatkan sakit kepala.

Kondisi Rogers makin parah karena migraine yang diderita tidak langsung reda usai minum obat. Dengan kondisi ini, Rogers memilih menghindari kondisi yang bisa memancing munculnya sakit kepala. Misal keramas setiap hari untuk mencegah sakit pada kulit kepala, tidak bergerak tiba-tiba, dan menghindari perubahan cuaca. Rogers telah lama absen dari kegiatan olahraga favorit dan hobi lainnya, misal melukis di alam dan pergi bersama teman-teman.


Bila sedang kambuh, Rogers memilih menjadi seperti beruang yang menjalani hibernasi. Dia bisa berada di kamar hingga beberapa hari dalam suasana gelap, tanpa suara, dan kantung es di dahi. Meski sakit, Rogers tak membiarkan kondisi tersebut menghalanginya mengejar impian. Salah satunya meraih gelar sarjana dalam bidang pendidikan dini dan anak-anak dari Oklahoma Baptist University.

"Saya sangat bersyukur punya teman dan keluarga yang sangat mendukung. Mereka selalu berusaha membantu menciptakan lingkungan yang tidak memicu rasa pusing. Mereka juga sabar jika rasa pusing ini datang," kata Rogers.

(frp/frp)