Senin, 20 Mei 2019 14:51 WIB

Penyakit Misterius Terungkap, Dinkes Sulsel Masih Curigai Sebab Lain

Muhammad Taufiqqurahman - detikHealth
Ilustrasi pasien penyakit misterius di Jeneponto. Foto: ilustrasi/thinkstock Ilustrasi pasien penyakit misterius di Jeneponto. Foto: ilustrasi/thinkstock
Makassar - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berhasil mengindentifikasi penyakit misterius yang menyebabkan 3 orang meninggal di Jeneponto, Sulsel. Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel membenarkan hal tersebut, tetapi masih mencurigai penyebab lain pada kasus ini.

"Sudah (terungkap), tapi belum real karena semua hasil lab belum kita terima. 200 Penduduk semua kita periksa darahnya. Ini kan butuh waktu seminggu," kata Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Bahctiar Baso saat dikonfirmasi detikcom, Senin (20/5/2019).

Ia mengatakan, pemeriksaan awal mengarah kepada penyakit tifoid yang menyebkan puluhan warga Jeneponto jatuh sakit. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi Salmonella, bakteri yang menyerang usus.

"Walaupun sudah mengarah ke tifoid. Sudah mengarah, sebagaian besar," ungkapnya.

Meski begitu, pihaknya masih mencurigai soal penyebab lain yang menyebabkan 3 warga meninggal. Oleh karenanya, sampel darah itu diharapkan menunjukkan hasil yang pasti soal penyakit misterius ini.

"Tapi kita kita mau lihat yang meninggal masa tifoid tok. Berarti ada sesuatu. Nah makanya itu kita periksa," tandas Bachtiar.



Sebelumnya, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, Anung Sugihantono mengatakan tim Kemenkes bersama dengan Kadinkes Prov Sulsel, Litbang Unhas dan Kadinkes Jeneponto telah memeriksa data dari hasil pemeriksaan laboratorium mengenai penyakit misterius yang terjadi di Jeneponto.

"Hasil pemeriksaan lab yang kita lakukan termasuk pada 3 orang yang meninggal, 1 didiagnosa dengue shock syndrome, 1 didiangosa demam tifoid dan 1 didiagnosa suspect leptospirosis," katanya kepada detikHealth belum lama ini.

Sementara itu, hasil pemeriksaan pada orang yang sakit ditemukan peningkatan indikator untuk tipes dan suspek leptospirosis. Tidak ditemukan demam berdarah yang sebelumnya disebut sebagai salah satu penyebab penyakit.

(fiq/wdw)
News Feed