Selasa, 21 Mei 2019 12:35 WIB

Bisakah Angin Duduk Diobati dengan Cara Batuk-batuk Keras?

Firdaus Anwar - detikHealth
Hoax menyebut batuk bisa mengatasi angin duduk. (Foto: Tangkapan layar) Hoax menyebut batuk bisa mengatasi angin duduk. (Foto: Tangkapan layar)
Jakarta - Angina pektoris atau angin duduk adalah kondisi dengan gejala nyeri di bagian dada akibat kurangnya asupan oksigen dan darah yang akan menuju ke jantung. Bila tidak segera ditangani dengan baik maka risikonya dapat menyebabkan kematian mendadak.

Terkait hal tersebut di media sosial beredar informasi yang menyebut angin duduk sebetulnya dapat diobati sendiri dengan cara batuk-batuk yang keras. Disebutkan dengan cara tersebut jantung akan terbantu tertekan agar aliran darah lancar kembali.



"Menarik nafas panjang dan dalam akan menarik banyqk oxigen ke paru-paru dan batuk akan menekan (squeeze) jantung yang membuat darah tetap tersirkulasi. Dan tetap jaga kesadaran.... dengan cara menggaruk garuk di jari kelingking dengan ibu jari....hindari posisi tiduran harus tetap posisi duduk," tulis pesan yang beredar di Facebook.

Menurut penelusuran Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia informasi tersebut sebetulnya kurang tepat atau disinformasi. Batuk dalam usaha CPR sebetulnya adalah teknik yang tidak disarankan oleh masyarakat awam karena berpotensi memperburuk kondisi.

"Saran itu tidak ada dasar ilmiahnya. Bahkan tidak disarankan oleh institusi medis terpercaya. Batuk CPR hanya boleh dilakukan di bawah pengawasan medis yang tepat atau oleh orang yang telah mendapatkan pelatihan medis berdasarkan keahlian," tulis tim Kominfo di halaman laporan hoaksnya seperti dikutip pada Selasa (21/5/2019).

(fds/up)