Jumat, 24 Mei 2019 04:30 WIB

Tanda-tanda yang Muncul di Tubuh Saat Seseorang Mengalami Stres

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Sosok wanita misterius berbusana serbahitam yang muncul di sela aksi 22 Mei diduga agak stres (Foto: Agung Pambudhy) Sosok wanita misterius berbusana serbahitam yang muncul di sela aksi 22 Mei diduga agak stres (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta - Seorang wanita misterius berbusana serbahitam dan membawa ransel sempat bikin heboh di sela aksi 22 Mei lalu. Belakangan dipastikan bukan teroris, bahkan diduga agak stres.

Tidak dijelaskan lebih lanjut soal dugaan stres tersebut. Yang pasti, polisi menemukan sejumlah barang dalam tas yang dibawanya, antara lain buku tafsir, Alquran kecil, air mineral, dan satu botol obat.



Dikutip dari WebMD, stres merupakan reaksi tubuh terhadap situasi berbahaya, baik nyata maupun hanya dalam pikiran. Saat seseorang merasa terancam, reaksi kimiawi terjadi di dalam tubuh untuk mencegah terjadinya cedera atau dampak buruk lainnya.

Stres ditandai dengan denyut jantung dan frekuensi napas yang meningkat, otot menegang, dan aliran darah makin cepat. Diyakini, itu adalah mekanisme alamiah tubuh untuk melindungi dirinya dari bahaya.



Beberapa perubahan di tubuh yang juga menandakan stres tengah melanda antara lain sebagai berikut, dikutip dari Healthline:

1. Jerawat
Jangan salah lho, jerawat bukan semata-mata soal kebersihan kulit muka. Stres berpengaruh pada keseimbangan hormon yang secara tidak langsung memacu pertumbuhan jerawat. Stres juga membuat seseorang cenderung menyentuh wajah lebih sering, sehingga meningkatkan risiko pori tersumbat.

2. Sakit kepala
Stres merupakan salah satu pemicu sakit kepala. Sebuah riset pada pengidap nyeri kepala kronis menegaskan bahwa stres merupakan pemicu kekambuhan yang paling utama. Stres juga meningkatkan intensitas sakit kepala yang sudah ada.



3. Sembelit
Berbagai gangguan pencernaan sangat dipengaruhi oleh level stres. Sembelit atau konstipasi misalnya, cenderung meningkat saat seseorang sedang banyak pikiran. Kondisi yang sama pada beberapa orang juga bisa memicu efek sebaliknya, yakni jadi lebih sering buang air besar alias diare.

4. Perubahan nafsu makan
Perubahan nafsu makan umum ditemui saat seseorang mengalami stres. Dampaknya juga beragam, ada yang menjadi tidak doyan makan, tetapi sebaliknya tidak sedikit juga yang justru kalap makan ketika hormon stresnya bergejolak.

5. Libido menurun
Sebuah penelitian menyebut libido atau gairah seksual cenderung menurun pada orang-orang dengan level stres lebih tinggi. Penelitian lain menyebut, stres menurunkan tingkat aktvititas seksual maupun kepuasan yang didapat.




Lihat video Begini Hasil Pendalaman Polisi Terhadap Wanita Serba Hitam di Aksi 22 Mei:

[Gambas:Video 20detik]

(up/up)
News Feed
Breaking News
×
Sidang Sengketa Pilpres 2019
Sidang Sengketa Pilpres 2019 Selengkapnya