Jumat, 24 Mei 2019 18:06 WIB

BPJS Kesehatan: Mei 2019, Peserta Meningkat Jadi 221.580.743 Jiwa

Raras Prawitaningrum - detikHealth
Foto: Dok BPJS Ketenagakerjaan Foto: Dok BPJS Ketenagakerjaan
Jakarta - BPJS Kesehatan memaparkan capaian kinerja pengelolaan program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) tahun 2018. Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris mengungkapkan jumlah peserta program JKN-KIS sampai akhir tahun 2018 mencapai 208.054.199 jiwa.

"Sampai dengan 19 Mei 2019, jumlah tersebut meningkat menjadi 221.580.743 jiwa," kata Fachmi di acara Public Expose BPJS Kesehatan Tahun 2019 di Gedung BPJS Kesehatan Jakarta, Jumat (24/5/2019).


Jika dibandingkan dengan data penduduk dari Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil Semester II tahun 2018 sebanyak 83,6% penduduk Indonesia telah ter-cover jaminan kesehatan lewat JKN-KIS.

"BPJS Kesehatan memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), yang sekarang disebut Wajar Tanpa Modifikasian (WTM) untuk tutup buku tahun 2018 atau kelima secara berturut-turut," tambahnya.

Sementara untuk jumlah pendapatan iuran JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan tahun 2018 mencapai Rp 81,97 triliun. Jika diakumulasi sepanjang lima tahun, total iuran JKN-KIS menapai Rp 317.04 triliun.

Fachmi juga menjelaskan bahwa pemerintah telah membiayai Penerima Bantuan Iuran (PBI) di tahun 2018 sebanyak 92,1 juta jiwa dengan akumulasi iuran selama 5 tahun sebanyak Rp 115.5 triliun.

Sebagai bentuk komitmen pemerintah di tahun 2019, jumlah kepesertaan PBI ditingkatkan menjadi 96,8 juta jiwa dengan provokasi iuran yang akan dibayarkan sebesar Rp 26,7 trilun.

Soal pembiayaan, Fachmi mengatakan saat ini ada 686.735 kanal pembayaran iuran, baik konvensional, modern, maupun berbasis fintech. "Sudah ada sekitar 600 ribuan channel payment. Jadi masyarakat bisa bayar di mana saja seperti di minimarket, yang di kampung pun bisa bayar lebih mudah," katanya.

Tahun 2018, BPJS Kesehatan juga telah bermitra dengan 23.929 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang terdiri dari puskesmas, Dokter Praktik Periorangan (DPP), klinik TNI/Polri, klinik pratama, rumah sakit D pratama, dan dokter gigi praktik perorangan.


Di tingkat Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTRL), BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 2.455 rumah sakit dan klinik utama. Pada 2018, pemanfaatan di FKTP mencapai 147,4 juta, pemanfaatan di poliklinik rawat jalan, rumah sakit sebesar 76,8 juta, dan pemanfaatan rawat inap di rumah sakit sebanyak 9,7 juta. Maka ada 233,9 juta pemanfaatan pelayanan kesehatan di seluruh tingkat pelayanan.

Sementara rata-rata pemanfaatan pelayanan kesehatan per hari kalender adalah 640.822 pemanfaatan. Adapun total pemanfaatan dari tahun 2014 sampai 2018 adalah 874,1 juta pemanfaatan. (ega/up)